Angkasa Pura II Tawarkan Obligasi dengan Kupon 8,50%—9,25%

PT Angkasa Pura II (Persero) menawarkan Obligasi Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap I Tahun 2018 dengan kisaran kupon 8,50% hingga 9,25% untuk memenuhi kebutuhan belanja modal perseroan.
M. Nurhadi Pratomo | 07 November 2018 20:37 WIB
Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (tengah), bersama Direktur Djoko Murjatmodjo (dari kiri), dan Direktur Tina T Kemala Intan, mendengarkan pembicaraan Direktur Andra Y. Agussalam, disaksikan Direktur Daan Achmad, usai penawaran obligasi perseroan, di Jakarta, Rabu (7/11/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com,JAKARTA — PT Angkasa Pura II (Persero) menawarkan Obligasi Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap I Tahun 2018 dengan kisaran kupon 8,50% hingga 9,25% untuk memenuhi kebutuhan belanja modal perseroan.

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Jenpino Ngabdi mengatakan penerbitan tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahun 2018 dengan target dana yang dihimpun Rp3 triliun. Pada tahap pertama, perseroan membidik dana sebanyak-banyaknya Rp750 miliar.

Jenpino menjelaskan bahwa Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap I Tahun 2018 terdiri atas Seri A dan Seri B. Adapun, kisaran kupon untuk Seri A yakni 8,5%-9% dengan tenor 3 tahun dan Seri B yakni 8,75%-9,25% dengan tenor 5 tahun.

“Dana hasil emisi obligasi tahap pertama akan digunakan untuk pengembangan dan peremejaan sisi udara seperti pembangunan dan pembangunan runway, taxiway, apron, serta fasilitas penunjang lainnya. Dari sisi darat, rencana penggunaan dana yakni pembangunan dan pengembangan gedung terminal, gedung parkir, aksesibilitas, dan fasilitas lainnya dari bandara yang dikelola perseroan,” ujar Jenpino selaku penjamin pelaksana emisi di Jakarta, Rabu (7/11).

Dalam rencana emisi tersebut, Angkasa Pura II telah menunjuk PT Bank Mega Tbk. sebagai wali amanat. Sementara itu, PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Masa penawaran awal akan berlangsung pada 7 November 2018-22 November 2018. Adapun, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia rencananya akan dilakukan pada 12 Desember 2018.

Adapun, surat utang tersebut mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pemeringkatan tersebut berlaku mulai 17 September 2018 sampai dengan 1 September 2019.

Sementara itu, Director Keuangan Angkasa Pura II Andra Y. Agussalam menjelaskan bahwa penerbitan obligasi menjadi bagian pemenuhan belanja modal perseroan. Pihaknya mengkombinasikan penggalangan dana dari obligasi dan perbankan dengan total Rp8,5 triliun.

Pada tahap awal, Andra menilai jumlah Rp750 miliar telah sesuai dengan kebutuhan perseroan. Pasalnya, perseroan juga telah memegang komitmen dari perbankan hingga Rp4 triliun. “Jumlah pokok yang diincar [pada tahap pertama] sudah sesuai dengan rencana belanja modal kami,” jelasnya.

Secara detail, dia mengungkapkan perseroan menganggarkan belanja modal Rp18,2 triliun pada 2018. Dari jumlah tersebut, Rp8,5 triliun dipenuhi melalui penggalangan dana.

Andra menyebut total dana yang dipenuhi melalui perbankan senilai Rp5,5 triliun. Sisanya atau Rp3 triliun dipenuhi melalui obligasi. “Untuk tahun depan belanja modal lebih kecil mungkin Rp10,2 triliun,” paparnya

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, angkasa pura ii

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top