Reliance Sekuritas: Penguatan IHSG Tertahan

Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG terkoreksi pada perdagangan selanjutnya dengan support 5.852-5.955.
Mia Chitra Dinisari | 07 November 2018 05:13 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG terkoreksi pada perdagangan selanjutnya dengan support 5.852-5.955.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya EXCL, INDY, ERAA, HRUM, PGAS.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG memiliki pola bearish meeting line dengan candlestick bergerak bearish counter attack. IHSG seakan pulled back upper bollinger bands dan berindikasi dead-cross pada indikator RSI. 

Dalam perdagangan kemarin, IHSG menguat tipis 0,06% atau 3,34 point ke level 5.923,93 meskipun antusias investor asing meningkat sejak awal bulan ini.

Dimana pada diakhir perdagangan investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 1.06 Triliun rupiah. Permintaan rupiah yang semakin tinggi akibat aksi beli investor asing pada saham setelah rating overweight untuk ekuitas Indonesia menjadi. Nilai tukar rupiah menguat 2.14% kelevel Rp14.804 per USD sehingga mengirim Rupiah menjadi penguatan terkuat di Emerging Market disusul Ruble Rusia dan Peso Philippina.

Sektor perbankan (+0.7%) menjadi pemimpin kontribusi penguatan IHSG dengan saham BBRI (+1.8%) dan BBCA (+0.9%) disusul sektor Pertambangan (+1.1%) dengan saham ADRO (+3.5%) menjadi kontributor utama.

Rendahnya Enterprice Value per EBITDA ADRO sejak 2 tahun terakhir serta rencana meningkatkan kapasitas produksi batubara hingga 10% dan pembangkit listrik menjadi alasan.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top