Baru 4 Hari Dijual, Pemesanan ST-002 Sudah Tembus 80% Target

Baru 4 hari dipasarkan, pemesanan investor ritel terhadap instrumen Sukuk Tabungan seri ST-002 sudah menembus Rp800 miliar atau di atas 80% dari target indikatif awal sebesar Rp1 triliun.
Emanuel B. Caesario | 06 November 2018 20:17 WIB
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA—Baru 4 hari dipasarkan, pemesanan investor ritel terhadap instrumen Sukuk Tabungan seri ST-002 sudah menembus Rp800 miliar atau di atas 80% dari target indikatif awal sebesar Rp1 triliun.

Berdasarkan data informasi pemasaran produk ST-002 yang dipublikasikan Investree hingga pukul 17.00, nilai pemesanan ST-002 sudah mencapai Rp810 miliar dan terus meningkat. Instrumen ini baru dipasarkan sejak Kamis (1/11) pekan lalu.

Hingga kemarin, pemerintah belum mengambil keputusan untuk menaikkan target penerbitan sebesar Rp1 triliun. Dengan demikian, sisa batas pemesanan bagi investor kurang dari Rp200 miliar lagi. Investor masih bisa membeli instrumen ini 16 hari lagi hingga Kamis (22/11).

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa instrumen ini memang sangat menarik, sehingga tidak heran bila banyak diminati.

Apalagi, sepanjang tahun ini pemerintah sudah empat kali menerbitkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel dengan tingkat kupon yang menarik dan upaya sosialisasi yang gencar, sehingga investor kini mulai menaruh perhatian terhadap instrumen surat utang negara.

Instrumen ST001 yang diterbikan pada 2016 lalu juga terserap mencapai Rp2,6 triliun oleh 11.338 investor. Artinya, sejak awal pasar bagi instrumen ini sudah ada dan cukup mengenal karakter instrumen ini.

Ramdhan mengatakan, instrumen seri ST-002 ini memang sangat menarik sebab kuponnya yang sebesar 8,3% merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan empat instrumen lainnya yang sudah terbit tahun ini. Kupon itu adalah kupon minimal dan akan terus meningkat seiring kenaikan BI 7 Days Repo Rate.

“Nilai pemasarannya saya kira paling tidak bisa mencapai antara Rp4 triliun hingga Rp5 triliun,” katanya, Selasa (6/11).

Menurutnya, likuiditas di pasar yang berpotensi mengalir ke instrumen ini masih cukup besar, meskipun pemerintah sudah menerbitkan 4 instrumen lainnya sebelumnya. Tingkat kuponnya yang lebih tinggi dibandingkan deposito akan mendorong perpindahan dana investor dari deposito ke ST002.

Anup Kumar, Senior Fixed Income Analyst Bank Maybank Indonesia, memperkirakan pemasaran instrumen ini bisa mencapai antara Rp3 triliun hingga Rp7 triliun. Dengan basis masyarakat muslim yang besar di Indonesia, pasar bagi instrumen ini sangat luas.

“Investor ritel berbeda dibandingkan investor institusi yang masih rigid beli sukuk karena marketnya belum sempurna. Investor ritel lebih oke pengertiannya karena yang penting kuponnya sudah diberitahu dan itu menarik,” katanya.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top