KINERJA OKTOBER: Transaksi Broker Saham Naik 15,5%

Nilai transaksi broker berhasil naik 15,5% pada oktober 2018 dibandingkan dengan bulan sebelumnya, didorong oleh maraknya transaksi investor ritel yang memanfaatkan momentum dengan melakukan aksi beli.
Tegar Arief | 06 November 2018 07:05 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

 
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai transaksi broker berhasil naik 15,5% pada oktober 2018 dibandingkan dengan bulan sebelumnya, didorong oleh maraknya transaksi investor ritel yang memanfaatkan momentum dengan melakukan aksi beli.

Berdasarkan data Bloomberg, total gross value pada Oktober mencapai Rp310,81 triliun, naik 15,5% dibandingkan dengan total transaksi bulan sebelumnya senilai Rp269,08 triliun. Adapun, pada September 2018, nilai transaksi merosot 26,96% dibandingkan dengan bulan sebelumnya senilai Rp368,42 triliun.

Dibandingkan dengan Oktober tahun lalu, kinerja pada Oktober tahun ini turun 7,96%. Pada Oktober 2017, total transaksi yang dicatatkan oleh seluruh perusahaan efek atau sekuritas mencapai Rp337,72 triliun.

Sepanjang tahun berjalan 2018, nilai transaksi broker saham mencapai Rp3.286,75 triliun. Angka tersebut naik 13,73% dibandingkan dengan total transaksi pada Januari — Oktober 2017 yang senilai Rp2.889,9 triliun.

PT Mandiri Sekuritas menjadi broker dengan nilai transaksi tertinggi, baik pada bulan lalu maupun secara year-to-date (ytd). Bulan lalu, perseroan mencatatkan gross value senilai Rp17,51 triliun, sedangkan sepanjang tahun berjalan 2018 mencapai Rp174,03 triliun.

“Kami ada perbaikan, sebelumnya secara ytd per September kami masih peringkat kedua. Namun, secara ytd per Oktober kami sudah peringkat pertama,” kata SEVP Capital Market Mandiri Sekuritas Silva Halim kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, perseroan berkomitmen untuk mempertahankan capaian pada tahun lalu, yakni menjadi perusahaan efek dengan nilai transaksi tertinggi. Paling buruk, Mandiri Sekuritas memproyeksikan berada pada peringkat kedua hingga akhir tahun.

Capaian tersebut, menurutnya, tergantung dari volume dan nilai transaksi yang dilakukan oleh investor. Sejauh ini, porsi investor di Mandiri Sekuritas adalah 60% institusi dan 40% investor ritel. 

“Transaksi tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu, tetapi itu tergantung dari volume dan nilai,” ujarnya.

Tahun lalu, Mandiri Sekuritas menjadi satu-satunya broker lokal yang berhasil berada pada jajaran atas nilai transaksi tertinggi. Namun, pada bulan lalu, ada satu sekuritas lokal lainnya yang masuk 10 besar, yakni Indo Premier Securities.

Perusahaan tersebut mencatatkan total nilai transaksi Rp9,12 triliun sepanjang Oktober. Dalam 2 bulan terakhir, Indo Premier berada pada posisi 10 besar. “Karena investor ritel kami banyak, transaksi kami juga terus meningkat,” kata Presiden Direktur Indo Premier Securities Moleonoto.

Porsi investor ritel di Indo Premier memang cukup besar, yakni mencapai 70%. Menurut Moleonoto, jumlah itu masih berpeluang bertambah sejalan dengan inovasi yang dilakukan perseroan dan otoritas pasar modal dalam mempermudah akses investor ritel.

Salah satunya adalah dengan implementasi electronic bookbuilding. Dia menilai, sistem tersebut akan memperbesar porsi investor ritel di pasar modal.

Apalagi, otoritas memberi banyak kemudahan bagi investor yang ingin memesan saham di pasar perdana.
“Nanti pesanan bisa dilakukan tanpa ada jaminan dulu. Ini kemajuan dan investor ritel akan semakin besar,” ujarnya.

Selain kedua perusahaan sekuritas anggota bursa (AB) itu, posisi 10 besar transaksi broker tertinggi pada bulan lalu juga diisi oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan total transaksi Rp14,53 triliun dan CIMB Securities Indonesia dengan transaksi Rp14,05 triliun. 

Kemudian, ada Morgan Stanley Indonesia dengan nilai transaksi Rp13,17 triliun dan Macquarie Capital Securities dengan nilai Rp12,04 triliun. 


//SAHAM LARIS//
Ada dua saham yang cukup laris diperdagangkan oleh pelaku pasar modal sepanjang Oktober, yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Saham lain yang juga cukup diminati adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR).

Direktur Victoria Sekuritas Indonesia Wisnu Widodo menilai, investor saat ini mampu memanfaatkam situasi untuk melakukan akumulasi beli sehingga transaksi saham terus menggeliat, baik secara bulanan maupun sepanjang tahun berjalan.

“Tren pergerakan transaksi saham masih dalam fase konsolidasi, tetapi hal ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi beli,” kata dia.

Menurutnya, saham yang banyak ditransaksikan oleh investor dalam beberapa pekan terakhir adalah saham dari emiten yang memiliki kinerja keuangan cukup moncer, termasuk saham berkapitalisasi pasar cukup besar.


 
 

Tag : transaksi saham
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top