Cadangan di Malaysia Tinggi, Harga CPO Kembali Tertekan

Harga minyak kelapa sawit mentah menuju titik terendahnya sejak 3 tahun belakangan karena adanya kekhawatiran kenaikan jumlah pasokan dari Indonesia yang ingin semakin bersaing dalam ekspor dengan Malaysia.
Mutiara Nabila | 05 November 2018 20:24 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah menuju titik terendahnya sejak 3 tahun belakangan karena adanya kekhawatiran kenaikan jumlah pasokan dari Indonesia yang ingin semakin bersaing dalam ekspor dengan Malaysia.

Manager Pengelola Penjualan di Okachi Marcello Cultrera mengatakan bahwa pasar akan mulai memberikan harga bagi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) karena harga minyak nabati di Malaysia sekarang harganya hampir sama dengan di Indonesia.

Para investor saat ini akan mengawasi dengan ketat data pasokan dan permintaan CPO di Indonesia pada September bersama dengan survei untuk membandingkan data pasokan dan produksi di Malaysia pada Oktober.

Cadangan CPO di Malaysia diperkirakan meluap ke titik tertingi selama tiga tahun pada Oktober karena produksi dari negara produsen CPO terbesar kedua di dunia itu merangkak naik bersama dengan jumlah pengiriman yang merosot.

Jumlah cadangan pasokan CPO Malaysia diperkirakan aik 13% secara month-to-month (m/m) menjadi 2,86 juta ton pada Oktober, sedangkan jumlah produksinya diperkirakan naik 6% menjadi 1,96 juta ton. Sementara itu, jumlah yang diekspor diperkirakan menurun 14% menjadi 2,89 juta ton pada akhir Oktober.

“Kenaikan cadangan CPO Malaysia akan berdampak negatif bagi pergerakan harga CPO,” ungkap Ivy Ng, Kepala Bidang Argibisnis di CIMB Malaysia, dilansir dari Bloomberg, Senin (5/11/2018).

CIMB memprediksi harga CPO akan diperdagangkan di kisaran posisi 2.100 ringgit – 2.300 ringgit per ton pada sepanjang November. Adapun, cadangan CPO dari Indonesia diperkirakan turun 2% menjadi 4,5 juta ton pada September dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena pemerintah telah meningkatkan persyaratan minimum penggunaan CPO dalam biodiesel.

Pada perdagangan Senin (5/11) harga CPO di bursa Malaysia Derivative Exchange (MDE) turun tajam 31 poin atau 1,44% menjadi 2.122 ringgit per ton dan mencatatkan penurunanharga hingga 17,96% secara year-to-date (ytd).

Sementara itu, harga minyak kelapa sawit olahan di Dalian Commodity Exchange justru mengalami kenaikan 0,5% di posisi 4.556 yuan per ton. Sedangkan harga minyak kedelainya ditutup terkerek 1,5% menjadi 5.538 yuan per ton.

Tag : komoditas, harga cpo
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top