Bursa Asia Terperosok Setelah Pidato Xi Jinping, IHSG Tertekan pada Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,15% atau 8,87 poin ke level 5.897,42 pada akhir sesi I, meskipun sempat menguat hingga 0,34% ke level 5.926,63 di awal perdagangan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 November 2018 13:05 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (5/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,15% atau 8,87 poin ke level 5.897,42 pada akhir sesi I, meskipun sempat menguat hingga 0,34% ke level 5.926,63 di awal perdagangan.

IHSG sebelumnya dibuka melemah 0,19% atau 11,05 poin ke level 5.895,24. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di level 5.886,21 – 5.926,63.

Sebanyak 178 saham menguat, 187 saham melemah, dan 247 saham stagnan dari 612 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Jumat siang.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang masing-masing turun 1,52% menjadi penekan utama terhadap pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Enam dari sembilan sektor tertekan di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur dan properti yang masing-masing melemah 0,66% dan 0,61% pada akhir sesi I.

Di sisi lain, tiga sektor menguat dan membatasi penurunan IHSG lebih lanjut, dipimpin sektor konsumer yang naik 0,71%.

Indeks saham lainnya di Asia cenderung melemah siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura turun 1,85% dan indeks FTSE KLCI yang turun 0,44%. Adapun indeks PSEi Filipina menguat 1,2%.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing melemah 0,7% dan 1,26%, sedangkan indeks Hang Seng melemah 2,54%.

Bursa saham di Asia mengawali pekan ini dengan pergerakan di zona merah di tengah kekhawatiran tentang hubungan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir Bloomberg, para investor mencermati segala berita utama terbaru tentang perang dagang China-AS menjelang pertemuan para pemimpin dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut akhir bulan ini.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping tersirat mengecam praktik perdagangan proteksionis yang diadvokasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidatonya di Shanghai pada hari ini.

Di depan para hadirin China International Import Expo, Xi menyatakan bahwa praktik beggar-thy-neighbor akan menyebabkan stagnasi global. Mengutip laman investopedia, praktik ini seringkali mengacu pada kebijakan perdagangan internasional yang menguntungkan bagi negara yang memberlakukannya, tetapi merugikan mitra-mitra dagangnya.

Xi pun menyatakan China akan terus menggalakkan globalisasi, dengan berjanji untuk memangkas tarif-tarif impor dan meningkatkan konsumsi domestik.

“Ketika globalisasi semakin dalam, praktik hukum rimba dan winner take all [pemenang mendapatkan semuanya] tidak mengarah pada apa pun,” tegas Xi, seperti dikutip Bloomberg.

Di sisi lain, lanjutnya, tindakan inklusi dan timbal balik, kerja sama dengan porsi keuntungan yang sama dan saling menguntungkan memiliki jalan yang lebih lebar.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top