Usai IPO, Kota Satu Properti (SATU) Targetkan Pertumbuhan Kinerja Minimal 50%

Emiten properti yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Kota Satu Properti Tbk. menargetkan setelah melakukan initial public offering/ IPO, kinerja perseroan akan mampu melesat setidaknya 50% pada tahun depan.
Emanuel B. Caesario | 05 November 2018 12:50 WIB
Direktur Bursa Efek Indonesia IGD Nyoman Yetna Setya (ketiga dari kanan) memberikan sertifikat pencatatan perdana saham PT Kota Satu Properti Tbk. kepada Dirut Kota Satu Properti Herowiratno Gunawan, Senin (5/11/2018). - Bisnis / Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Kota Satu Properti Tbk. menargetkan setelah melakukan initial public offering/ IPO, kinerja perseroan akan mampu melesat setidaknya 50% pada tahun depan.

Prajitna Kasim, CEO Kota Satu Properti, mengatakan bahwa perseroan mengantongi dana segar senilai Rp58,5 miliar dari proses IPO yang telah dilewati perseroan. Perseroan telah resmi tercatat sebagai emiten baru ke-48 tahun ini dengan kode saham SATU pada Senin (5/11/2018).

Menurutnya, sekitar 20% dari dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang sedang berjalan, sedangkan sekitar 60% akan digunakan untuk mengembangkan klaster perumahan baru yang menyasar segmen menengah bahwa .

Melalui pengembangan tersebut, perseroan menargetkan ada 85 unit rumah dengan harga terjangkau pada kisaran Rp500 juta yang siap dipasarkan.

Sementara itu, sisa dana IPO selebihnya akan digunakan sebagai suntikan modal pada 2 anak usaha perseroan, yakni PT Kota Satu Manajemen dan PT Kota Satu Persada. Melalui dua anak usaha ini, perseroan menjalankan bisnis perhotelan.

“Dengan penambahan dana modal kerja ini kami bisa mempercepat penyelesaian rumah-rumah dan kami juga bisa mempercepat peluncuran klaster-klaster baru. Sehingga, diharapkan pada 2019 akan meningkatkan pendapatan minimal 50%. Itu targetnya,” katanya usai seremoni pencatatan saham, Senin (5/11/2018).

Adapun, hingga akhir tahun ini perseroan memproyeksikan pendapatan akan mencapai Rp42 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun lalu Rp35 miliar. Sementara itu, pada tahun depan diproyeksikan akan meningkat menjadi Rp70 miliar hingga Rp80 miliar.

Laba bersih hingga akhir tahun ini diperkirakan akan berkisar antara Rp4 miliar hingga Rp5 miliar. Tahun depan, targetnya menjadi Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.

Prajitna mengatakan, selain mengandalkan pendapatan dari pengembangan properti, perseroan juga mengincar penambahan portofolio hotel. Perseroan kini sudah memiliki 2 hotel di Semarang dan Yogyakarta, serta memiliki manajemen brand COHG atau Cityone Hotels Group.

Menurutnya, dalam waktu dekat perseroan akan mengoperasikan 2 hotel lagi yang berlokasi di Semarang.

Saat ini, total kontribusi pendapatan berulang terhadap total pendapatan perseroan baru 30%, sehigga perseroan ingin terus meningkatkannya hingga menjadi berimbang dengan sumber pendapatan pengembangan.

Perseroan kini hanya memiliki cadangan lahan atau land bank seluas antara 5 hektare hingga 10 hektare. Perseroan ingin menambah antara 20 hektarea hingga 25 hektare dalam 5 tahun ke depan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top