MNC Sekuritas: Harga SUN Masih Berpeluang Naik Lagi

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (5/11/2018) harga SUN masih berpeluang untuk melanjutkan tren kenaikan harga. 
Emanuel B. Caesario | 05 November 2018 09:28 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (5/11/2018) harga SUN masih berpeluang untuk melanjutkan tren kenaikan harga. 

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa hanya saja terdapat beberapa faktor yang akan membatasi potensi kenaikan harga SUN di pasar sekunder, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Dari dalam negeri, rencana lelang penjualan SUN pada Selasa, 6 November 2018 akan membatasi potensi kenaikan harga SUN di pasar sekunder, dikarenakan harga Surat Utang Negara yang cenderung bergerak dengan mengalami penurunan jelang pelaksanaan lelang. 

"Selain itu, data pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2018 yang akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik pada hari ini akan turut menjadi perhatian investor," katanya melalui riset harian, Senin (5/11/2018).

Analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2018 sebesar 3,07% dibandingkan dengan kuartal II/2018 (qoq) dan sebesar 5,15% dibandingkan kuartal IV/2017 (yoy). 

Estimasi tersebut mengindikasikan adanya penurunan dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal II/2018 yang sebesar 4,21% (qoq) dan 5,27% (yoy). 

Sementara itu dari faktor eksternal, pelaku pasar akan mencermati pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Sentral Amerika yang akan dilaksanakan pada 7 - 8 November 2018 waktu setempat meskipun analis memperkirakan Bank Sentral Amerika masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan tersebut.


Review Perdagangan Kemarin

Harga SUN pada perdagangan Jumat (2/11) melanjutkan tren kenaikan yang kembali didukung oleh faktor penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serta membaiknya persepsi risiko. 

Kenaikan harga yang terjadi pada hampir keseluruhan seri SUN tersebut berkisar antara 5 bps hingga 100 bps dengan kenaikan harga yang cukup besar didapati pada SUN dengan tenor di atas 5 tahun. 

Harga SUN dengan tenor pendek mengalami kenaikan antara 5 bps hingga 35 bps sehingga mendorong terjadinya penurunan imbal hasil yang mencapai 15 bps. 

Adapun, harga SUN dengan tenor menengah terlihat mengalami kenaikan hingga sebesar 45 bps yang mendorong terjadinya penurunan imbal hasil yang berkisar antara 8 bps hingga sebesar 11 bps. SUN dengan tenor panjang mengalami kenaikan hingga sebesar 100 bps sehingga terjadi penurunan imbal hasil hingga sebesar 16 bps.

Kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan akhir pekan kemarin juga mendorong terjadinya penurunan imbal hasil SUN seri acuan, sebesar 11 bps untuk tenor 5 tahun di level 8,11% dan 16 bps pada level 8,28% untuk tenor 10 tahun. 

Adapun seri acuan dengan tenor 15 tahun penurunan imbal hasil yang terjadi sebesar 10 bps pada level 8,613% dan tenor 20 tahun mengalami penurunan imbal hasil sebesar 4 bps pada level 8,856%. 

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top