Oso Sekuritas: IHSG Terancam Melemah Terpengaruh Aksi Ambil Untung

Oso Sekuritas memproyeksi IHSG bergerak melemah nantisipasi aksi ambil untung dengan pergerakan di kisaran 5.855- 5.956.
Mia Chitra Dinisari | 05 November 2018 08:50 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memproyeksi IHSG bergerak melemah
antisipasi aksi ambil untung dengan pergerakan di kisaran 5.855- 5.956.

Menurut analisis mereka, hal tersebut terlihat karena IHSG ditutup menguat sebesar 1.21% ke level 5,906. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic bullish berada di area overbought, MACD
histogram bergerak positif dengan volume turun. 

Pada perdagangan akhir pekan kemarin (02/11), IHSG ditutup menguat sebesar 1,21% ke level 5,906.29. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor Barang Konsumsi dan Propertimemimpin penguatan masing-masing sebesar 2,41%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBRI, HMSP, BMRI, GGRM, BBNI
Penguatan Indeks salah satunya didorong oleh terapresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS yang cukup signifikan sebesar 1,16% ke level Rp
14,955, hal ini direspon positif oleh para pelaku pasar setelah sebelumnya nilai tukar Rupiah mencapai diatas level Rp 15,200.

Selain itu, para pelaku pasar juga masih akan menantikan rilisnya data pertumbuhan GDP kuartal III 2018 yang akan dirilis pada awal pekan ini (05/11). Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 1,1 triliun.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top