Kurs Jisdor Menguat ke 15.089, Rupiah Mantap Menguat

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.089 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (2/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 02 November 2018 10:42 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.089 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (2/11/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.089 per dolar AS, menguat 106 poin atau 0,70% dari posisi Rp15.195 pada Kamis (1/11).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 35 poin atau 0,23% ke level Rp15.093 per dolar AS pada pukul 10.21 WIB.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level Rp15.078-15.100 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Kamis (1/11), rupiah ditutup dengan penguatan 75 poin atau 0,49% di posisi 15.128, apresiasi pada hari kedua.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau menanjak 0,10% atau 0,093 poin ke level 96,370 pada pukul 10.13 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,030 poin atau 0,03% di level 96,307, setelah pada perdagangan Kamis (1/11) berakhir melorot 0,88% atau 0,850 poin di posisi 96,277.

Dikutip dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan pergerakan indeks dolar AS akan melemah ke level 96,0-96,3 terhadap sejumlah mata uang utama di dunia.

Dipaparkan, pelemahan dolar AS didorong oleh semakin besarnya peluang terciptanya kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris terkait proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Institusi keuangan di Inggris kemungkinan besar masih tetap akan mendapatkan akses ke pasar Eropa pascakeluarnya Inggris dari Eropa.

Sementara itu, data inflasi Oktober Indonesia naik di atas ekspektasi ekonom sebesar 3,16% (yoy) dibandingkan September sebesar 2,88% (yoy) menjadi sinyal positif bagi rupiah.

Kenaikan inflasi tersebut disumbang oleh kenaikan core inflation sebesar 2,94% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,82% (yoy) yang menunjukan terjadi peningkatan konsumsi di bulan Oktober.

“Rupiah kemungkinan akan menguat ke level Rp15.100-15.200 per dolar AS,” tulis Ahmad.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

2 November

15.089

1 November

15.195

31 Oktober

15.227

30 Oktober

15.237

29 Oktober

15.218

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top