Mirae Asset Sekuritas: Pasar SUN Ditopang Banyak Sentimen Positif

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan kembali meningkat pada perdagangan hari ini, Jumat (2/11/2018).
Emanuel B. Caesario | 02 November 2018 10:00 WIB
obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan kembali meningkat pada perdagangan hari ini, Jumat (2/11/2018).

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa hal tersebut didorong oleh banyaknya sentimen positif bagi harga SUN baik dari global maupun domestik. 

Sentimen positif dari global didorong rilis data ISM Manufacturing PMI AS AS per Oktober 2018, yang meski masih mencatatkan kondisi ekspansif, tetapi mencatatkan level terendah dalam 6 bulan terakhir yaitu hanya sebesar  57,7 poin atau di bawah ekspektasi pasar sebesar 59 poin. 

Hal tersebut pada akhirnya, mendorong penurunan yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun ke level 3,13% dari sebelumnya 3,14% dan indeks dolar AS ke kisaran 96,32 poin dari sebelumnya di kisaran 97,13 poin. 

Selain itu, sentimen positif global juga disebabkan oleh tren penurunan harga minyak mentah dunia dan redanya tensi perang dagang setelah Trump, melalui cuitan Twitternya, mengindikasikan perkembangan positif terkait pembahasan kesepakatan perdagangan internasional bilateral dengan Tiongkok. 

Sementara itu, sentimen positif dari domestik, ditopang oleh implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) rupiah di mana pada perdagangan terakhir, mendorong penguatan signifikan rupiah terhadap dolar AS sebesar 0,49% ke level Rp15.128 yang pada akhirnya menyebabkan sentimen positif bagi harga SUN di pasar sekunder meski rilis inflasi Indonesia per Oktober 2018 di atas konsensus pasar. 

"Didasarkan pada proyeksi kenaikan harga SUN di pasar sekunder hari ini, kami menyarankan investor untuk melakukan short-term trading untuk beberapa seri likuid seperti FR0064, FR0077, FR0075 dengan merealisasikan profit pada hari ini," katanya dalam riset harian Jumat (2/11/2018).

Hal tersebut, didasarkan perkiraan adanya sentimen negatif bagi harga SUN awal pekan depan yang berasal dari rilis data penyerapan tenaga kerja non pertanian AS per Oktober 2018 berdasarkan indikator non-farm payroll yang diproyeksi meningkat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal III-2018 yang diproyeksi melambat serta adanya sentimen dari lelang SUN pekan depan.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:

  • FR0063 (15 Mei 2023): 90,30 (8,23%) - 90,70 (8,12%)
    FR0064 (15 Mei 2028): 85,10 (8,43%) - 85,60 (8,34%)
    FR0065 (15 Mei 2033): 83,30 (8,74%) - 83,80 (8,65%)
    FR0075 (15 Mei 2038): 87,30 (8,88%) - 87,90 (8,81%)

Penerapan DNDF Rupiah, turunnya indeks dolar AS, dan anjloknya harga minyak mentah dunia diperkirakan mendorong rupiah menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp15.052 – Rp15.118 pada perdagangan hari ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top