Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST-002 dengan Kupon 8,3%

Kementerian Keuangan secara resmi membuka masa penawaran bagi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel berbasis tabungan yakni Sukuk Tabungan Seri ST-002, Kamis (1/11/2018) dengan kupon sebesar 8,3%.
Emanuel B. Caesario | 01 November 2018 10:59 WIB
Ilustrasi Sukuk Tabungan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Keuangan secara resmi membuka masa penawaran bagi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel berbasis tabungan yakni Sukuk Tabungan Seri ST-002, Kamis (1/11/2018) dengan kupon sebesar 8,3%.

Pembukaan masa penawaran dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dirjen DJPPR Kementerian Keuangan Luki Alfirman, serta jajaran Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama lainnya.

Masa penawaran Sukuk Tabungan ini akan berlansung hingga Kamis (22/11/2018) pkl. 10.00 WIB. Sukut Tabungan ini akan dipasarkan kepada investor ritel secara online atau e-SBN. Tenornya mencapai 2 tahun, yakni jatuh tempo pada 10 November 2020.

Pemerintah menawarkan kupon dengan premium spread 255 bps di atas tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia. Artinya, dengan besaran BI 7 Days Repo Rate yang kini di level 5,75%, besaran kupon ST-002 adalah 8,30%.

Kupon ini merupakan kupon tertinggi di antara instrumen-instrumen SBN ritel lainnya yang diterbikan pemerintah sepanjang tahun ini, yakni Sukuk Ritel dengan kupon 5,90%, SBR-003 kupon 6,80%, SBR-004 kupon 8,05%, dan ORI-015 kupon 8,25%.

Kupon ini bersifat mengambang dengan floor 8,30%. Artinya, kupon berpotensi terus meningkat seiring kenaikan BI 7 DRR, tetapi bila BI 7DRR turun kupon tidak akan lebih rendah dari 8,3%.

Investor ritel dapat memesan instrumen ini melalui 11 mitra distribusi yang terdiri atas 6 bank, 1 perusahaan efek, 2 perusahaan efek khusus, dan 2 perusahaan financial technology peer-to-peer lending,

Bank mitra yakni Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Permata, Bank BRI, dan Bank BTN. Perusahaan efek yakni Trimegah Sekuritas, sedangkan perusahaan efek khusus yakni Bareksa dan Tanamduit. Lalu, financial technology yakni Investree dan Modalku.

Investor ritel dapat memesan instrumen ini mulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar. Instrumen yang dibeli tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi dapat ditebus lebih awal setelah setahun, yakni pada 11 November 2019.

Pembukaan pengajuan early redemption yakni pada 28 Oktober 2019 pkl. 09.00 WIB dan ditutup pada 5 November 2019 pukul 14.00.

Kupon instrumen ini akan dibayarkan setip bulan pada tanggal 10. Keculai bila tanggal 10 bukan hari kerja, pembayaran kupon akan dilakukan setelahnya.

Pemasaran secara online diharapkan akan mempermudah masyarakat untuk mengakses instrumen ini. Instrmen ini mengambil tagline Raih Manfaat Mudah Berinvestasi dan tagar #JadiLebihBijak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, sukuk

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top