Mirae Asset Sekuritas: Pasar SUN Cenderung Melemah Terbatas

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (1/11/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas.
Emanuel B. Caesario | 01 November 2018 09:09 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (1/11/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen negatif didorong oleh meningkatnya yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun pasca rilis data ketenagakerjaan AS.

Rilis data penyerapan tenaga kerja sektor swasta non pertanian AS (ADP Employment Change) per Oktober 2018 meningkat sebesar 227 ribu pekerja dibandingkan dengan data revisi September 2018 sebesar 218 ribu pekerja serta lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus pasar sebesar 189 ribu tenaga kerja yang pada akhirnya mendorong kenaikan yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun ke level 3,14% (sebelumnya 3,12%).

Selain itu, sentimen negatif juga diperkirakan berasal dari data domestik yang berasal dari rilis data inflasi Oktober 2018 mengingat di bulan lalu pemerintah menaikkan harga beberapa jenis BBM nonsubsidi yang dikhawatirkan akan diikuti dengan kenaikan inflasi dan lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar.

Sejauh ini, konsensus Bloomberg memprediksi inflasi Oktober 2018 mencapai 0,19% (MoM) dan 3,06% (YoY) atau meningkat dibandingkan dengan September 2018 sebesar – 0,18% (deflasi, MoM) dan 2,88% (YoY).

Meski demikian, defisit APBN di tahun 2019 yang dipatok di level lebih rendah yakni1,84% PDB dibandingkan dengan target APBN 2018 sebesar 2,19% diperkirakan membatasi penurunan harga pada hari ini.

Dhian mengatakan, didasarkan pada pergerakan harga kemarin dan proyeksi penurunan harga pada hari ini, seri-seri yang menawarkan imbal hasil menarik diantaranya FR0070, FR0059, FR0074, dan FR0068.

"Sementara Itu, terkait aksi short-term trading, setelah kami menyarankan investor untuk merealisasikan profitnya pada perdagangan kemarin, hari ini kami sarankan investor untuk melakukan pembelian bertahap beberapa seri yang likuid namun memiliki tenor moderat seperti FR0063, FR0077, dan FR0064," katanya dalam riset harian, Kamis (11/1/2018).

Dhian mengatakan, saran tersebut didasarkan oleh proyeksi penurunan harga SUN di pasar sekunder hari ini dan adanya kemungkinan kenaikan harga esok hari didorong oleh sentimen positif global dari proyeksi menurunnya data ISM Manufacturing PMI AS per Oktober 2018.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (Yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 89,80 (8,37%) - 90,20 (8,26%)
FR0064 (15 Mei 2028): 83,80 (8,65%) - 84,30 (8,57%)
FR0065 (15 Mei 2033): 82,00 (8,85%) - 82,50 (8,78%)
FR0075 (15 Mei 2038): 85,90 (9,05%) - 86,50 (8,98%)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bergerak di rentang Rp15.198 – Rp15.240 dengan kecenderungan melemah pada hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top