MNC Sekuritas: Pasar Obligasi Tertekan Kenaikan Yield US Treasury

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (1/11/2018) harga Surat Utang Negara akan berpeluang mengalami penurunan di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan dolar Amerika terhadap mata uang utama dunia yang didukung oleh membaiknya indikator ekonomi di Amerika.
Emanuel B. Caesario | 01 November 2018 08:58 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (1/11/2018) harga Surat Utang Negara akan berpeluang mengalami penurunan di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan dolar Amerika terhadap mata uang utama dunia yang didukung oleh membaiknya indikator ekonomi di Amerika.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa dari faktor domestik, data inflasi yang akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik akan menjadi perhatian investor.

Seiring dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak non subsidi, analis memperkirakan bahwa inflasi di bulan Oktober 2018 sebesar 0,18% (MoM) dengan inflasi tahunan sebesar 3,06%.

Data inflasi yang lebih besar dari estimasi akan berpengaruh terhadap pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder.

"Volume perdagangan kami perkirakan masih belum begitu besar, dikarenakan pelaku pasar yang akan cenderung berhati - hati melakukan transaksi jelang disampaikannya data sektor tenaga kerja Amerika Serikat," katanya dalam riset harian, Kamis (1/11/2018).

Made masih merekomendasikan Surat Utang Negara dengan tenor pendek dan menengah seiring dengan tingkat imbal hasilnya yang masih cukup menarik di tengah beberapa data ekonomi yang akan disampaikan dalam beberapa hari kedepan.

"Pelaku pasar dapat melakukan strategi trading jangka pendek dengan memanfaatkan momentum perubahan harga yang relatif terbatas," katanya.

Beberapa seri yang dapat dicermati adalah sebagai berikut : ORI013, ORI014, SR008, SR009, FR0069, FR0053, FR0061, FR0035, FR0043, FR0063, FR0070, FR0077 dan FR0042.

MNC Sekuritas mencatat, harga Surat Utang Negara pada perdagangan Rabu, 31 Oktober 2018 kembali mengalami kenaikan didukung oleh faktor penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika.

Kenaikan harga yang terjadi pada sebagian besar seri Surat Utang Negara hingga mencapai 70 bps di mana kenaikan harga yang cukup besar didapati pada Surat Utang Negara dengan tenor di atas 5 tahun.

Pergerakan harga Surat Utang Negara yang kembali mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin didukung oleh faktor penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika di tengah pergerakan mata uang regional yang cenderung mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika.

Rupiah bergerak pada kisaran Rp15.202 hingga Rp15.231 per dolar Amerika sepanjang sesi perdagangan, nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin ditutup menguat sebesar 21,00 pts (0,14%) di level Rp15.202,5 per dolar Amerika.

Kenaikan harga secara terbatas dalam beberapa hari terakhir mulai mendorong terbentuknya sinyal tren kenaikan harga, terutama pada Surat Utang Negara dengan tenor di bawah 10 tahun. Adapun untuk tenor di atas 10 tahun, pergerakan harganya masih pada area konsolidasi, sehingga akan cenderung bergerak mendatar (sideways).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup