Konstituen Baru Dorong Indeks Bisnis-27

Indeks Bisnis-27 yang baru saja mengalami perubahan konstituen pascaevaluasi rutin oleh Komite Indeks ditutup menguat 2,8 poin di level 522 pada perdagangan hari ini.
Anida ul Masruroh | 01 November 2018 20:23 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks Bisnis-27 yang baru saja mengalami perubahan konstituen pascaevaluasi rutin oleh Komite Indeks ditutup menguat 2,8 poin di level 522 pada perdagangan hari ini.

Sebagai motor baru, diharapkan konstituen tersebut dapat terus bergerak positif setelah sepanjang 2018, Indeks Bisnis-27 terkoreksi 9,66% (ytd) seiring dengan penurunan yang terjadi di pasar akibat dominasi sentimen negatif tekanan eksternal. Sebagai perbandingan, IHSG juga mengalami koreksi secara year to date sebesar 8,18%, termasuk penurunan yang  terjadi pada beberapa indeks lain.

Sikap Presiden AS Donald Trump yang mengkritik kebijakan yang diambil Pimpinan The Fed Jerome Powell terkait dengan hawkish cukup mengacaukan pasar dan meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan di Negeri Paman Sam itu.

Sementara dari sisi domestik, stabilitas nilai tukar rupiah mulai menguat sehingga Bank Indonesia bisa kembali melakukan akumulasi cadangan devisa setelah 8 bulan berturut-turut mengalami penurunan hingga saat ini di posisi US$114,85 juta.

Tidak hanya itu, membaiknya neraca perdagangan tercatat surplus US$0,23 miliar diharapkan mampu menyempitkan lebarnya current account deficit yang menjadi fokus Bank Indonesia dan pemerintah saat ini.

Berdasarkan rilis data laporan keuangan perusahaan kuartal III/2018, sebanyak 24 konstituen Indeks Bisnis-27 telah menyampaikan laporan keuangannya pada publik. Dari jumlah itu sebanyak 23 konstituen berhasil membukukan pertumbuhan revenue yang mengesankan, sementara dari sisi bottom line terpantau sebanyak 17 konstituen sukses mencatatkan pertumbuhan positif.

Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan, diolah

Setelah dilakukan perhitungan secara fundamental dan teknikal oleh Bisnis Indonesia Research Analyst disertai qualitative assessment oleh Dewan Komite Indeks Bisnis-27 yang terdiri dari Prof. Ir. Roy Sembel, MBA., Ph.D, CSA (Pakar Investasi dan Akademisi, Guru besar IPMI International Business School); Michael Tjoajadi (Direktur Utama Schroders Investment Management); Mas Achmad Daniri (Komisaris Utama PT Chubb General Insurance Indonesia, Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance); Sigit Pramono (Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kadin Indonesia/Ketua IICD); dan Ir. Arif Budisusilo, MM (Direktur Bisnis Indonesia Group) diperoleh 27 konstituen terbaik.

Adapun aspek yang menjadi pertimbangan a.l. free float minimum 7,5% yang merupakan ketentuan Bursa Efek Indonesia dan keterwakilan semua sektor dalam penyusunan Indeks Bisnis-27 kecuali sektor pertanian yang dinilai belum memenuhi kualifikasi dari hasil assessment Komite Indeks.

Sementara itu, weighting member Bisnis-27 Index kali ini didominasi oleh sektor keuangan dengan bobot 22,51%. Kemudian disusul oleh sektor industri barang konsumsi (10,79%) dan sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi (6,6%). Dominasi sektor keuangan itu mengingat saham-saham big caps di sektor ini menunjukkan kinerja baik yang diperkirakan mampu menahan kenaikan suku bunga acuan yang akan dinaikkan secara gradual.

Sektor konsumsi juga akan mengalami peak level pada akhir tahun jelang liburan Natal dan Tahun Baru yang juga akan berdampak pada penguatan pertumbuhan ekonomi 2018. Selanjutnya sektor pertambangan memiliki tren yang masih menarik di tengah menguatnya permintaan akan batu bara terutama di China untuk menghadapi musim dingin.

Berikut merupakan susunan konstituen terbaru Indeks Bisnis-27 periode 1 November 2018 – 30 April 2019.



Saat ini valuasi Indeks Bisnis-27 tengah terdiskon dengan forward PE ratio sebesar 16,64 kali (di bawah rata-rata historis 5 tahun dengan forward PE ratio 20,5 kali). Sementara itu untuk valuasi ke 27 anggota konstituen adalah sebagai berikut:

Sumber: Bisnis Indonesia Research Analyst

Koreksi pasar memang cukup memberikan tekanan pada performa tren saham yang tergabung dalam konstituen Indeks Bisnis-27 ini. Sebanyak 11 emiten mengalami overvalued yang dinilai dengan membandingkan antara forward PE ratio emiten terhadap rata-rata forward PE ratio historis 5 tahun.

  • Technical Analysis


Sumber: Bloomberg

Berdasarkan analisis teknikal, tren Indeks Bisnis-27 membentuk bearish harami candlestick pattern yang mengindikasikan akan adanya reversal signal pada perdagangan berikutnya. Sementara itu, indikator relative strength index berada pada area netral. Diperkirakan indeks bisnis 27 akan melemah menuju 512 breakout MA50 sebagai support terdekat. Rentang pergerakan Indeks Bisnis-27 akan bergerak dalam antara 510-525 pada sesi perdagangan berikutnya.

  • Preview Bisnis-27 Index

Market outlook pada bulan ini mengacu pada data-data domestik di mana investor menantikan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III/2018 yang dijadwalkan rilis pada November 2018.

Selain itu, konsistensi kebijakan Bank Indonesia untuk ahead of the curve salah satunya dengan menaikkan suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate pada November sebagai langkah stabilisasi makroekonomi dalam meredam volatilitas nilai tukar rupiah dan menjaga likuiditas di pasar jelang kenaikan probabilitas Fed Fund Rate pada Desember mendatang. Sementara itu, dari sektor eksternal pasar akan mencermati hasil pertemuan antara AS dan China dalam KTT G-20 terkait negosiasi dalam meredam dampak perang dagang.

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, indeks bisnis27

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top