IHSG Ditutup Menguat Pasca Rilis Data Inflasi

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,07% atau 4,27 poin di level 5.835,92 setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,4% atau 23,57 poin di posisi 5.855,22.
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 November 2018 17:11 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Kamis (1/11/2018), setelah sempat berfluktuasi sepanjang perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,07% atau 4,27 poin di level 5.835,92 setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,4% atau 23,57 poin di posisi 5.855,22.

Pada akhir perdagangan Rabu, (31/10/2018), IHSG ditutup menguat 0,74% atau 42,55 poin ke level 5.831,65. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran level 5.815,76 – 5.883,22.

Dari 612 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 191 saham menguat, 190 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menguat 5,47% menjadi pendorong terbesar terhadap penguatan IHSG hari ini bersama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 1,59%.

Lima dari sembilan indeks sektoran IHSG menetap di wilayah positif, dipimpin sektor aneka industri yang menguat 1,33%, disusul sektor finansial dengan penguatan 1,26%.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin sektor industri dasar yang turun 1,63%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 ditutup menguat 0,54% atau 2,81 poin ke level 522,05, setelah dibuka dengan penguatan 0,6% atau 3,12 poin ke posisi 522,36.

IHSG menguat di saat indeks saham lain di Asia bergerak mayoritas positif sore ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 1,39%, indeks PSEi Filipina menguat 1,77%, indeks SE Thailand menguat 0,17%, sedangkan indeks FTSE Malay KLCI melemah 0,14%.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,85% dan 1,06%, indeks Kospi melemah 0,26%, sedangkan indeks Hang Seng menguat 1,75%.

Dilansir Bloomberg, IHSG menguat setelah Morgan Stanley menaikkan rekomendasinya ke level outperform, dengan alasan peningkatan outlook.

Analis Morgan Stanley, Sean Gardiner dan Aarti Shah mengatakan peningkatan ini karena regulator telah pro-aktif dalam kebijakan mereka, pemotongan tepat waktu pada konsensus ekspektasi makro, serta peningkatan pertumbuhan kredit dan belanja konsumen,

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28%. 

Adapun, inflasi tahunan dan tahun kalendernya mencapai masing-masing 3,16% dan 2,22%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan inflasi sebesar 0,28% didorong oleh kenaikan harga cabai merah, bensin dan tarif sewa rumah.

Jika dilihat secara tahunan, inflasi sebesar 3,16% dinilai masih cukup terkendali atau di bawah target yang ditetapkan pemerintah 2,5-4,5% pada tahun ini.

"Masih ada dua bulan lagi kami harapkan harga pangan dan lain tetap stabil sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai," ujarnya.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+5,47

BBRI

+1,59

ASII

+1,90

BBCA

+0,63

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-2,14

UNVR

-2,37

MAYA

-11,25

INKP

-8,06

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top