Rupiah Rebound di Tengah Tekanan Terhadap Mata Uang Asia

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir menguat 21 poin atau 0,14% di level Rp15.224 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho | 31 Oktober 2018 18:15 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (31/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir menguat 21 poin atau 0,14% di level Rp15.224 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 1 poin atau 0,01% di level Rp15.225, setelah pada perdagangan Selasa (30/10), rupiah juga ditutup melemah 1 poin atau 0,01% di level Rp15.224 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif pada kisaran Rp15.202 – Rp15.231 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak mayoritas melemah hari ini, dipimpin yen rupee India yang terdepresiasi 0,35%, disusul yuan Offshore China yang melemah 0,1%.

Di sisi lain, baht Thailand memimpin penguatan dengan kenaikan 0,32%, disusul peso Filipina yang menguat 0,29%.

Mata uang Asia secara umum bergerak variatif karena penguatan dolar AS dan data ekonomi Cina yang lebih buruk dari perkiraan diimbangi oleh kenaikan saham regional.

Indeks manufaktur China turun ke level terendah dalam lebih dari dua tahun pada bulan Oktober, menambah kekhawatiran bahwa perang dagang dengan AS merugikan ekonomi negara Asia

"Permintaan dolar akhir bulan menekan mata uang Asia hari ini, dan pelaku pasar akan tetap wait and see karena lebih banyak tindakan di depan perang perdagangan AS-China yang ditunggu setelah data PMI PMI yang tidak begitu baik," kata Charu Chanana , wakil kepala penelitian Asia di Continuum Economics, seperti dikutip Bloomberg.

November akan membawa risiko baru untuk mata uang Asia dari sanksi minyak, pemilihan jangka menengah AS, dan tindakan bank sentral yang lebih potensial, katanya.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia menguat 0,03% atau 0,031 poin ke level 97,042 pada pukul 17.30 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,028 poin atau 0,03% di level 96,983, setelah pada perdagangan Selasa (30/10) berakhir menguat 0,45% atau 0,432 poin di posisi 97,011.

Dilansir Reuters, penguatan dolar AS didukung data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi serta memburuknya fundamental untuk mata uang euro.

Data consumer confidence AS meningkat ke level tertingginya dalam 18 tahun pada Oktober, sebagian besar didorong kuatnya pasar tenaga kerja. Hal ini serta merta menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat bertahan dalam waktu dekat.

Data tersebut mengikuti rilis data pekan lalu yang menunjukkan bahwa ekonomi AS melambat lebih rendah dari ekspektasi pada kuartal ketiga.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top