Kurs Jisdor Menguat ke 15.227, Rupiah Melemah Tipis di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.227 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (31/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 31 Oktober 2018 10:44 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.227 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (31/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.227 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,06% dari posisi Rp15.237 pada Selasa (30/10).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 1 poin atau 0,01% ke level Rp15.225 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level Rp15.225-15.231 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Selasa (30/10), rupiah berakhir terdepresiasi 1 poin di posisi 15.224.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau lanjut naik 0,01% atau 0,005 poin ke level 97,016 pada pukul 10.10 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka terkoreksi 0,028 poin atau 0,03% di level 96,983, setelah pada perdagangan Selasa (30/10) berakhir menguat 0,45% atau 0,432 poin di posisi 97,011.

Dikutip dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan pergerakan indeks dolar AS akan menguat ke level 97,0-97,2 terhadap sejumlah mata uang utama di dunia.

Dipaparkan, penguatan dolar tersebut didorong ekspektasi investor bahwa data pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan keempat akan kembali menguat.

Data consumer confidence AS yang meningkat dari 135,3 pada September menjadi 137,9 pada Oktober menjadi indikator awal bahwa pertumbuhan konsumsi AS masih kuat.  Selain itu, data pertumbuhan triwulan ketiga sebesar 3,5% (QoQ) masih lebih tinggi dari ekspektasi analis sebesar 3,2% (QoQ).

Penguatan indeks dolar tersebut kemungkinan akan mendorong pelemahan rupiah lebih lanjut di tengah ekspektasi meningkatnya inflasi di bulan Oktober yang diperkirakan akan mengalami kenaikan 0,5% (MoM) dibandingkan bulan sebelumnya.

“Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp15.200-Rp 15.250 per dolar AS,” tulis Ahmad.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

31 Oktober

15.227

30 Oktober

15.237

29 Oktober

15.218

26 Oktober

15.207

25 Oktober

15.210

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top