Ikuti Reli di Bursa Asia, IHSG Ditutup Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (31/10/2018), mengikuti reli di bursa saham Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho | 31 Oktober 2018 17:34 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (31/10/2018), mengikuti reli di bursa saham Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,74% atau 42,55 poin di level 5.831,65 setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,49% atau 28,39 poin di posisi 5.817,49.

Pada akhir perdagangan Selasa, (30/10/2018), IHSG ditutup rebound 0,60% atau 34,49 poin ke level 5.789,10. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran level 5.769,54 – 5.835,17.

Dari 611 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 208 saham menguat, 182 saham melemah, dan 221 saham stagnan.

Tujuh dari sembilan indeks sektoran IHSG menetap di wilayah positif, dipimpin sektor pertanian yang menguat 2,23%, disusul sektor aneka industri dengan penguatan 2,13%.

Di sisi lain, sektor konsumer dan perdagangan yang masing-masing melemah 1,56% dan 0,29% menjadi penakan penguatan IHSG lebih lanjut.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menguat 4,98% menjadi pendorong terbesar terhadap penguatan IHSG hari ini bersama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 3,96%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 ditutup menguat 1,46% atau 7,45 poin ke level 519,24, setelah dibuka dengan penguatan 0,76% atau 3,91 poin ke posisi 515,71.

IHSG menguat di saat indeks saham lain di Asia bergerak positif sore ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 1,76%, indeks PSEi Filipina menguat 1,71%, indeks FTSE Malay KLCI naik 1,38%, dan indeks SE Thailand menguat 1,58%.

Secara umum, bursa Asia menguat pada perdagangan hari ini di tengah janji China untuk mendukung pasar modalnya, namun kekhawatiran investor masih bertahan karena aksi jual senilai triliunan dolar di bulan Oktober ini.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup menguat masing-masing 2,15% dan 2,16%, indeks Kospi menguat 0,74%, sedangkan indeks Hang Seng menguat 1,60%.

Sejumlah sentimen mulai dari ketegangan perdagangan China-AS hingga kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, suku bunga AS yang lebih tinggi dan pendapatan perusahaan telah mendorong volatilitas di pasar modal dalam beberapa pekan terakhir.

"Penurunan pasar saham baru-baru ini terjadi sedemikian rupa sehingga pasti mengundang pembeli, seperti di pasar saham Jepang," kata Masahiro Ichikawa, analis senior di Sumitomo Mitsui Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Ichikawa mengatakan ketegangan perdagangan AS-China kemungkinan akan tetap menjadi faktor kekhawatiran di luar pemilihan paruh waktu AS pada 6 November mendatang.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+4,98

BBRI

+3,96

ASII

+2,60

TLKM

+1,32

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-3,62

UNVR

-2,87

EMTK

-3,93

SMBR

-6,38

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top