Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Akan Menurun Terbatas

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan menurun terbatas.
Emanuel B. Caesario | 30 Oktober 2018 10:29 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan menurun terbatas.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen negatif didorong oleh kembali menghangatnya isu perang dagang antara AS dengan Tiongkok yang berpotensi mendorong depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

Namun, sentimen negatif akan dibatasi oleh cenderung stagnannya yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun.

Sedikit review perdagangan global semalam, isu perang dagang kembali menghangat setelah Trump berencana untuk kembali mengenakan tarif terhadap produk-produk impor Tiongkok senilai $257 miliar jika dalam dalam diskusi lanjutan dengan Presiden Tiongkok terkait kesepakatan baru perdagangan bilateral tersebut tidak mencapai mufakat.

Sentimen tersebut pada akhirnya, meningkatkan risiko pasar modal global yang tercermin dari kenaikan CBOE Volatility Index (VIX) sebesar 2,24% ke level 25,70 poin sehingga meningkatkan minat investor ke beberapa aset safe haven seperti dolar AS dan US Treasury.

Pada perdagangan terakhir, indeks dolar naik ke kisaran 96,65 poin dari sebelumnya kisaran 96,35 poin, yang juga didukung oleh rilis data inflasi inti AS (kategori Core PCE) per September 2018 yang mencatatkan level sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 2% YoY.

Sementara itu, meningkatnya minat investor terhadap US Treasury sekaligus meredam dorongan kenaikan yield US Treasury pascarilis data Core PCE Inflation AS sehingga membuat Yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun cenderung stagnan di level 3,09% dari sebelumnya 3,08%.

Dhian mengatakan, didasarkan pada perdagangan terakhir di pasar sekunder, beberapa seri-seri yang menawarkan imbal hasil cukup menarik antara lain FR0063, FR0053, dan FR0058.

"Terkait dengan aksi short-term trading, didasarkan pada proyeksi penurunan harga hari ini dan kenaikan harga esok hari, kami menyarankan hold hingga buy beberapa seri yang tergolong likuid seperti FR0063, FR0064, FR0077, dan FR0075," katanya dalam riset harian, Selasa (30/10/2018).

Dhian mengatakan, sentimen positif esok hari diperkirakan didorong oleh cenderung minimnya rilis data krusial ekonomi AS pada perdagangan global nanti malam.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 89,40 (8,48%) - 89,80 (8,37%)
FR0064 (15 Mei 2028): 83,30 (8,74%) - 83,80 (8,65%)
FR0065 (15 Mei 2033): 81,80 (8,88%) - 82,40 (8,79%)
FR0075 (15 Mei 2038): 85,40 (9,11%) - 86,00 (9,04%)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di rentang Rp15.198 – Rp15.240 dengan kecenderungan melemah (depresiasi) hari ini.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top