MNC Sekuritas: Rentang Pergerakan Harga SUN Masih Terbatas

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018) harga Surat Utang negara masih akan bergerak dalam rentang harga yang terbatas serta arah perubahan harga yang bervariasi.
Emanuel B. Caesario | 30 Oktober 2018 09:04 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018) harga Surat Utang negara masih akan bergerak dalam rentang harga yang terbatas serta arah perubahan harga yang bervariasi.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa arah pergerakan harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh arah pergerakan nilai tukar Rupiah di tengah penguatan Dollar Amerika jelang rencana pemerintah Amerika untuk kembali mengenakan tarif tambahan terhadap produk dari China.

Sementara itu, dari dalam negeri pada hari ini pemerintah berencana untuk melakukan lelang penjualan Sukuk Negara dengan target penerbitan senilai Rp4,0 triliun.

"Dengan masih terbatasnya pergerakan harga Surat Utang Negara, maka kami sarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder," katanya dalam riset harian, Selasa (30/10/2018).

"Kami masih merekomendasikan Surat Utang Negara dengan tenor pendek dan menengah yang masih menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup menarik, yaitu : ORI013, ORI014, SR008, SR009, FR0069, FR0053, FR0061, FR0035, FR0043, FR0063, FR0070, FR0077 dan FR0042," katanya.

Harga Surat Utang Negara pada perdagangan Senin, 29 Oktober 2018 bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan di seiring dengan penurunan imbal hasil surat utang global.

Perubahan harga yang terjadi berkisar antara 3 bps hingga 75 bps sehingga mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil yang berkisar antara 1 bps hingga 10 bps.

Pergerakan harga Surat Utang Negara yang mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin didorong oleh penurunan tingkat imbal hasil surat utang global di tengah koreksi yang terjadi di pasar saham mendorong investor untuk menempatkan dananya pada instrumen investasi yang lebih aman.

Selain itu, relatif stabilnya pergerakan nilai tukar Rupiah yang bergerak di kisaran Rp15.100 hingga Rp15.200 per dolar Amerika Serikat mendorong investor asing untuk kembali melakukan akumulasi pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Hanya saja kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan kemarin kembali tidak didukung oleh volume perdagangan yang besar, mengindikasikan bahwa pelaku pasar yang masih cenderung menahan diri untuk melakukan transaksi di pasar sekunder jelang beberapa agenda ekonomi yang akan disampaikan pada pekan ini.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top