Kekhawatiran Pasar Saham Asia Mereda, IHSG Ditutup Rebound

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,60% atau 34,49 poin di level 5.789,1, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,01% atau 0,41 poin di posisi 5.755,92.
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 Oktober 2018 16:54 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,60% atau 34,49 poin di level 5.789,1, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,01% atau 0,41 poin di posisi 5.755,92. Pada akhir perdagangan Senin, (29/10/2018), IHSG ditutup melemah 0,52% atau 30,31 poin ke level 5.754,61. 

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran level 5.733,24 – 5.789,10. Dari 611 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 164 saham menguat, 217 saham melemah, dan 230 saham stagnan.

Sebanyak lima dari sembilan indeks sektoran IHSG menetap di wilayah positif, dipimpin sektor aneka industri yang menguat 1,97% dan sektor finansial yang menguat 1,55%.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin sektor tambang yang turun 0,85%.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang menguat 3,83% menjadi pendorong terbesar terhadap penguatan IHSG hari ini bersama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 2,71%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 ditutup menguat 1,26% atau 6,35 poin ke level 511,79, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,05% atau 0,27 poin ke posisi 505,71.

IHSG menguat di saat indeks saham lain di Asia bergerak variatif sore ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,45%, indeks PSEi Filipina turun 1,31%, indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,13%, dan indeks SE Thailand menguat 0,11%.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup menguat masing-masing 1,38% dan 1,45%, indeks Kospi menguat 0,93%, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,91%.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 1,02% dan indeks CSI 300 naik 1,08% setelah Komisi Regulator Sekuritas China mengatakan akan meningkatkan likuiditas pasar saham, mengurangi hambatan perdagangan dan mendorong pembelian kembali, merger dan investasi.

Secara umum, bursa Asia menguat seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar akibat terbebani kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk mengumumkan tarif terhadap semua sisa impor China.

Sejumlah indeks saham acuan di kawasan Asia, termasuk di China, bergerak naik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News mengenai apa yang dibayangkannya mengenai tercapainya kesepakatan dagang, meskipun juga berpikir pemerintah China belum siap untuk itu.

Pemberitaan tentang hal ini serta merta membantu mengubah sentimen sebelumnya. Trump juga dikabarkan melihat kesepakatan dengan Brasil, yang telah memilih veteran tentara sayap kanan sebagai Presiden berikutnya.

“Probabilitas bursa saham global beralih ke pasar yang bearish meningkat,” ujar Masanari Takada, pakar strategi di Nomura Securities, seperti dikutip Reuters.

“Saat sejumlah investor yang melihat fundamental melakukan pembelian dari pelemahan, ada pelaku pasar lain yang tetap melakukan penjualan merespons meningkatnya volatilitas.”

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+3,83

BBRI

+2,71

BBCA

+1,62

ASII

+2,67

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-2,03

TCPI

-8,62

MPRO

-25

ICBP

-1,70

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top