Investor Abaikan Ancaman Tarif Impor AS Terbaru, Indeks Topix Ditutup Menguat

Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa 930/10/2018) karena investor mengabaikan kemungkinan tarif perdagangan baru AS-China serta beberapa laporan kinerja emiten yang positif.
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 Oktober 2018 16:17 WIB
Bursa saham Tokyo, Jepang.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa (30/10/2018) karena investor mengabaikan kemungkinan tarif perdagangan baru AS-China serta beberapa laporan kinerja emiten yang positif.

Indeks Topix ditutup menguat 1,38% atau 21,90 poin ke level 1.611,46, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup menguat 1,45% atau 307,49 poin di posisi 21.457,29.

Sektor Teknologi dan perbankan menjadi pendorong terbesar untuk indeks Topix. Saham Komatsu Ltd. menguat 6,2% setelah mencatat laba kuartal kedua yang di atas perkiraan serta meningkatkan proyeksi setahun penuh.

Sementara itu, Fanuc Corp menguat 3,4% menyusul rencana pembagian dividen khusus, meskipun mencatat kinerja di bawah ekspektasi.

Produsen mobil juga turut mendorong indeks setelah laporan bahwa China sedang mempertimbangkan pemotongan pajak pembelian kendaraan untuk menghidupkan kembali pasar otomotifnya yang lesu.

Sentimern investor hanya sedikit terpengaruh oleh berita bahwa AS sedang bersiap untuk mengumumkan tarif perdagangan baru pada awal Desember atas semua impor Cina yang tersisa jika pembicaraan bulan depan antara Donald Trump dan Xi Jinping gagal meredakan perang dagang.

Berbicara kemudian dalam wawancara Fox News, Trump mengatakan dia mengharapkan adanya kesepakatan besar dengan China.

"Saya ragu ada sektor atau pasar yang tidak tahu mengenai tarif. Ada begitu banyak berita buruk yang telah diperkirakan, sehingga tanda-tanda kesepakatan antara AS dan China dapat memicu rebound,” kata Nader Naeimi, kepala pasar AMP Capital Investors Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

Tag : bursa jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top