Reliance Sekuritas: IHSG Bergerak Konsolidasi ke Level Penguatan

Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak terkonsolidasi mencoba kembali menguat lepas pada trend bearish dengan support resistance 5.710-5.860.
Mia Chitra Dinisari | 30 Oktober 2018 05:18 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak terkonsolidasi mencoba kembali menguat lepas pada trend bearish dengan support resistance 5.710-5.860.

Saham-saham yang masih dapat mendapat perhatian diantaranya ANTM, LSIP, ELSA, DOID, SCMA, BBTN.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG melanjutkan trend bearish jangka menengah yang dimulai sejak bulan lalu.

Tidak mampunya IHSG menembus resistance MA50 dan bearish trend dikisaran level 5.900 membuat psikologis tekanan aksi jual membayangi pergerakan.

Meskipun indikator Stochastic terkonsolidasi positif setelah crosing pada area dekat oversold momentum pergerakan IHSG masih terlihat flat pada middle oscillator RSI. 

Dalam perdagangan kemarin, Senin (29/10), IHSG turun 0,52% atau 30,31 poin ke level 5.754,61 dengan Sektor pertambangan (-1.80%) dan Property (-1.33%) menjadi pemimpin pelemahan.

Turunnya mayoritas harga komoditas tambang energy dan logam menjadi faktor utama pelemahan. Saham ADRO (-3.48%) menjadi kontributor teratas dari pelamahan IHSG setelah melaporkan pertumbuhan penjualan 9 bulanan yang flat di 39.27 tons dengan perbandingan YoY meskipun produksi naik 14% pada QoQ.

Rupiah bergerak depresiasi 0,04% kelevel Rp15.223 namun Investor asing tercatat net buy Rp131,73 Miliar rupiah dengan saham ASII menjadi top net buy value investor Asing.

ASII melaporkan pertumbuhan penjualan kuartal 3 sebesar 19.4% QoQ dengan penjualan mobil naik 15.4% YoY. Selain itu EPS ASII pun naik 35.1% dengan P/E 13.2x yang merupakan P/E terendahnya dengan rata-rata 2 tahun terakhir dilevel 15.3x. Hal tersebut menjadi trigger positif investor pada awal pekan disaat IHSG melemah.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top