Pemesanan ORI015 Capai Rp23,39 Triliun

Pemerintah mengumumkan total pemesanan pembelian instrumen Obligasi Ritel Indonesia seri ORI015 mencapai Rp23,39 triliun, didominasi oleh kalangan investor berusia 54 – 72 tahun atau generasi baby boomers mencapai 36,27%.
Emanuel B. Caesario | 29 Oktober 2018 22:09 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah mengumumkan total pemesanan pembelian instrumen Obligasi Ritel Indonesia seri ORI015 mencapai Rp23,39 triliun, didominasi oleh kalangan investor berusia 54 – 72 tahun atau generasi baby boomers mencapai 36,27%.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, nilai pemesanan pada ORI015 ini hanya kalah dari ORI012 pada 2015 yang kala itu mencapai Rp27,44 triliun.

Dari sisi jumlah investor, total pemesan ORI015 mencapai 41.306 investor. Jumlah ini juga hanya kalah dibandingkan jumlah investor pada ORI012 yang mencapai 49.521 investor. Jumlah investor baru ORI015 mencapai 17.789 investor, kalah jauh dari ORI012 yang mencapai 28.520 investor baru.

Namun, sebesar 34,56% dari investor baru dalam ORI015 tersebut berasal dari kalangan milenial (18-38 tahun). DJPPR mencatat, volume pemesanan dari generasi milenial dan gen-Z (di bawah 18 tahun) meningkat 214,42% dari tahun lalu.

Meski begitu, dari segi total investor, baik lama maupun baru, generasi baby boomers masih mendominasi dengan 36,27%, disusul generasi-X (39-53 tahun) sebanyak 34,52%. Sementara itu, jumlah investor milenial mencapai 24,46%.

DJPPR menilai pemasaran ORI015 kali ini sukses, menimbang sepanjang tahun ini pemerintah sudah lebih dahulu menerbitkan 3 instrumen surat utang ritel, yakni sukuk ritel dan 2 seri saving bond retail (SBR). Ditambah ORI015, total nilai emisi surat utang ritel tahun ini mencapai Rp41,07 triliun.

Nilai ini sudah lebih tinggi dibandingkan target emisi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tahun ini yang semula sebesar Rp33 triliun. ORI015 mengalami oversubscribe hingga 2,35 kali dari target awal pada mitra distribusi sebesar Rp9,95 triliun.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa tingginya nilai pemasaran SBN ritel 2018 yang mana sudah melampaui nilai jatuh tempo ORI012 tahun ini menunjukkan pertumbuhan basis investor yang pesat.

Hal ini memberi harapan bahwa basis investor ritel domestik akan terus meningkat di masa mendatang. Hanya saja, dominasi generasi baby boomers menunjukkan masih butuh waktu bagi generasi yang lebih muda untuk lebih banyak berpartisipasi.

Made mengatakan, rata-rata nilai pemesanan instrumen ORI015 ini masih relatif tinggi, yakni Rp566 juta per investor seiring tingginya dominasi generasi yang cukup mapan di antara pembelinya. Nilai ini masih tergolong tinggi untuk kategori instrumen ritel.

“Nilai ini masih tergolong besar kalau sasarannya benar-benar untuk ritel. Ke depan harusnya akan bisa lebih bagus kalau ORI dipasarkan lebih banyak secara online seperti SBR dengan lebih banyak melibatkan fintech,” katanya.

Made mengatakan, penetrasi fintech umumnya lebih pesat menjangkau generasi milenial, serta lebih merata ke seluruh Indonesia. Dirinya berharap, di tahun-tahun mendatang pemasaran ORI akan lebih banyak menggunakan sistem online.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top