Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Berpotensi Menguat

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (29/10/2018), harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan menguat, atau yield SUN menurun.
Emanuel B. Caesario | 29 Oktober 2018 09:52 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Senin (29/10/2018), harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan menguat, atau yield SUN menurun.

Dhian Karyantono Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas mengatakan bahwa hal tersebut didorong oleh turunnya yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun dan proyeksi menguatnya rupiah terhadap dolar AS pada hari ini di tengah turunnya indeks dolar AS.

Selain itu, proyeksi kenaikan harga SUN di pasar sekunder didukung oleh menurunnya risiko pasar modal global, tercermin dari CBOE Volatility Index (VIX) yang pada perdagangan terakhir turun sebesar 0,25% ke level 24,16 poin.

Sekadar review, meski rilis data pertumbuhan ekonomi AS per kuartal III-2018 yang sebesar 3,5% dirilis di atas ekspektasi pasar 3,3%, tetapi yield US Treasury dan indeks dolar AS mengalami tren penurunan pada perdagangan global akhir pekan lalu.

Hal tersebut terjadi setelah rilis data preliminary inflasi inti (kategori Core PCE) AS per kuartal III-2018, yang merupakan acuan The Fed, mencatatkan level di bawah ekspektasi pasar yaitu sebesar 1,6% YoY berbandingkan dengan konsensus sebesar 1,8% YoY.

Selain itu, kembali anjloknya bursa AS pada akhir pekan lalu juga pada akhirnya mendorong adanya capital outflow sehingga memicu depresiasi dolar AS.

Anjloknya bursa AS juga membuat investor beralih fokus ke US Treasury sehingga mendorong yield US Treasury mengalami penurunan.

Pada penutupan akhir pekan lalu, yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun dan indeks dolar AS mengalami penurunan masing-masing ke level 3,08% dari 3,12% dan 96,43 poin dari sebelumnya 96,70 poin.

Dhian mengatakan, berdasarkan pergerakan harga akhir pekan lalu, beberapa seri-seri yang menawarkan imbal hasil cukup menarik antara lain FR0061, FR0070, FR0074, dan FR0058.

"Terkait dengan aksi short-term trading, didasarkan pada proyeksi kenaikan harga hari ini dan diperkirakan berlanjut pada esok hari, kami menyarankan investor untuk melakukan pembelian secara bertahap untuk seri-seri yang tergolong likuid," katanya dalam riset harian, Senin (29/10/2018).

Seri-seri tersebut antara lain seperti FR0063, FR0064, FR0077, FR0078, dan FR0075. Sentimen positif esok hari diperkirakan berasal dari proyeksi turunnya inflasi PCE AS (YoY) per September 2018.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 89,70 (8,40%) - 90,20 (8,25%)
FR0064 (15 Mei 2028): 83,80 (8,65%) - 84,30 (8,57%)
FR0065 (15 Mei 2033): 81,90 (8,86%) - 82,70 (8,75%)
FR0075 (15 Mei 2038): 86,00 (9,04%) - 86,70 (8,95%)

Indeks dolar AS turun, rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di rentang Rp15.150 – Rp15.227 dengan kecenderungan menguat (apresiasi) hari ini.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top