Kurs Jisdor Menguat Tipis ke 15.207, Rupiah Masih Tertekan di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.207 per dolar AS, menguat 3 poin atau 0,02% dari posisi Rp15.210 pada Kamis (25/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 Oktober 2018 10:39 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.207 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (26/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.207 per dolar AS, menguat 3 poin atau 0,02% dari posisi Rp15.210 pada Kamis (25/10/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 18 poin atau 0,12% ke level Rp15.205 per dolar AS pada pukul 10.14 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka terdepresiasi 6 poin atau 0,04% di level Rp15.194 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level Rp15.194-15.211 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau melemah hanya 0,01% atau 0,01 poin ke level 96,669 pada pukul 10.12 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,1% atau 0,095 poin di posisi 96,584, setelah pada perdagangan Kamis (25/10/2018) indeks dolar ditutup menguat 0,25% ke posisi 96,679.

DIlansir Reuters, dolar AS diperdagangkan dalam kisaran ketat terhadap sebagian besar mata uang utama pada perdagangan hari inikarena minat investor terhadap aset berisiko masih goyah.

Sementara itu, euro mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir setelah Bank Sentral Eropa gagal untuk meyakinkan pasar bahwa suku bunga akan naik.

"Sentimen risiko masih cukup rapuh. Semalam, Amazon dan Alphabet merilis laporan kinerja hasil yang tidak terlalu menggembirakan. Saya memperkirakan yen akan menguji kembali level tertinggi baru-baru ini," kata Sim Moh Siong, analis mata uang di Bank of Singapore,s eperti dikutip Reuters.

Investor juga masih menunggu data PDB AS kuartal ketiga yang akan dirlis pada Jumat untuk isyarat pergerakan dolar lebih lanjut. Jika data lebih rendah dari ekspektasi, investor akan khawatir tentang momentum pertumbuhan ekonomi dan serta terhadap rencana pengetatan moneter Federal Reserve AS.

"Pasar akan mengawasi data ini dengan hati-hati karena dapat memberikan tanda pergerakan mendekati puncak musim laporan keuangan emiten di AS. Data perumahan dan data barang konsumen telah menjadi lemah akhir-akhir ini," ungkap Sim.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

26 Oktober

15.207

25 Oktober

15.210

24 Oktober

15.193

23 Oktober

15.208

22 Oktober

15.192

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top