Bursa Korea Selatan Terpuruk Empat Hari Beruntun Gara-Gara Laporan Keuangan Emiten

Aksi jual terus menekan indeks Kospi Korea Selatan pada perdagangan hari keempat berturut-turut, Jumat (26/10/2018), di tengah kekhawatiran mengenai laporan keuangan korporasi untuk kuartal ketiga.
Renat Sofie Andriani | 26 Oktober 2018 17:00 WIB
Bursa Kospi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi jual terus menekan indeks Kospi Korea Selatan pada perdagangan hari keempat berturut-turut, Jumat (26/10/2018), di tengah kekhawatiran mengenai laporan keuangan korporasi untuk kuartal ketiga.

Berdasarkan data Bloomberg, Kospi berakhir merosot 1,75% atau 36,15 poin di level 2.027,15, level penutupan terendah sejak Januari 2017.

Padahal, Kospi sempat rebound ke zona hijau setelah dibuka dengan kenaikan 0,16% atau 3,27 poin di posisi 2.066,57 pagi tadi. Pada perdagangan Kamis (25/10), Kospi berakhir melorot 1,63% atau 34,28 poin di level 2.063,30.

Saham yang menekan pergerakan Kospi hari ini di antaranya Dongwha Pharm Co. Ltd. (-2,45%), KR Motors Co. Ltd. (-3,33%), dan Kyungbang Co. Ltd. (-0,90%).

Sejalan dengan Kospi, nilai tukar won ditutup melemah 0,33% atau 3,74 poin di level 1.141,85, setelah berakhir melemah 0,53% di posisi 1.138,11 pada Kamis (25/10).

Dilansir Bloomberg, laporan keuangan yang mengecewakan dari sejumlah korporasi telah meningkatkan kekhawatiran investor di tengah potensi kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral utama.

Naver Corp dan Hyundai Motor Co. merilis laporan keuangannya yang meleset dari perkiraan analis. Sementara itu, Amazon.com Inc. dan Alphabet Inc. merilis laporan keuangan dengan hasil yang mengecewakan pascapenutupan pasar di AS.

Indeks teknologi Kosdaq pun berakhir turun 3,5% ke level terendahnya sejak Oktober 2017, sedangkan bursa saham Korsel mencatat penurunan terburuk di Asia pada perdagangan hari ini.

Laporan keuangan yang meleset dari perkiraan bertepatan dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China AS yang sedang berlangsung, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik antara dua mitra dagang utama Korsel tersebut akan menekan ekonomi Negeri Ginseng yang didorong ekspor.

Berdasarkan data Bank of Korea pada Kamis (25/10/2018), Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat 0,6% dalam pada kuartal III dari kuartal sebelumnya (Quarter-on-Quarter/QoQ), yang juga meningkat dengan kecepatan yang sama.

Angka ini lebih rendah dari estimasi ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan 0,8% QoQ. Sementara itu, dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, PDB tumbuh 2,0%, lebih rendah dari median perkiraan ekonom sebesar 2,3%.

“Kekhawatiran cukup tinggi di antara pelaku pasar di Seoul atas laporan keuangan perusahaan Korsel, bukan hanya karena perang dagang tetapi juga faktor domestik termasuk kenaikan dalam upah minimum dan kemungkinan kenaikan suku bunga,” ujar Kim Yoon-Seo, pakar strategi di Shinhan Financial Investment, seperti dikutip Bloomberg.

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

26/10/2018

2.027,15

-1,75%

25/10/2018

2.063,30

-1,63%

24/10/2018

2.097,58

-0,40%

23/10/2018

2.106,10

-2,57%

22/10/2018

2.161,71

+0,25%

Sumber: Bloomberg

Tag : bursa korsel
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top