Bursa Asia Berjuang Akhiri Pelemahan, IHSG Lanjut Menguat pada Awal Dagang

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,44% atau 25,05 poin ke level 5.780,01 pada pukul 09.21 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,11% atau 6,49 poin di level 5.761,45.
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 Oktober 2018 09:56 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (26/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,44% atau 25,05 poin ke level 5.780,01 pada pukul 09.21 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,11% atau 6,49 poin di level 5.761,45.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.761,44 – 5.782,36. Pada perdagangan Kamis (25/10), IHSG ditutup melemah 0,80% atau 45,55 poin di posisi 5.754,96.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor infrastruktur dengan penguatan 1,94%, disusul sektor perdagangan yang menguat 0,62%.

Di sisi lain, hanya sektor aneka industri yang melemah 0,8% dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Sebanyak 168 saham menguat, 65 saham melemah, dan 377 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing menguat 1,69% dan 0,87% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 menguat 0,38% atau 1,91 poin ke level 505,28 pada pukul 9.23 WIB, setelah dibuka menguat 0,22% di posisi 504,46.

Indosurya Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Rabu (24/10) berpotensi rebound dengan rentang pergerakan pada kisaran 5721 - 5988.

IHSG menguat di saat bursa saham Asia berjuang melepaskan diri dari pelemahannya, setelah laporan keuangan yang lesu dari raksasa teknologi Alphabet Inc dan Amazon.com meningkatkan kekhawatiran mengenai perdagangan dunia dan pertumbuhan ekonomi.

Indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang bergerak flat setelah turun ke posisi lebih rendah pada awal perdagangan pagi ini. Indeks saham acuan di kawasan ini telah tertekan oleh aksi jual yang dalam selama beberapa hari terakhir dan merosot lebih dari 3% pekan ini.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6% dan bursa saham Australia naik tipis 0,2%. Adapun indeks Nikkei Jepang membukukan kenaikan lebih besar yakni 0,5% meskipun belum mampu mengikis sebagian besar pelemahannya pada Kamis (25/10).

Awal yang buruk bagi bursa-bursa regional terjadi terlepas dari rebound tajam yang berhasil dibukukan bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) semalam, didorong aksi bargain hunting dan laporan keuangan Microsoft Corp.

Analis di Capital Economics menyuarakan kehati-hatiannya bahwa rebound pada indeks S&P 500 pada Kamis (25/10) hanya berlangsung sementara karena kekhawatiran investor tentang prospek ekonomi memburuk.

“(Kekhawatiran) pertama dan yang paling penting adalah bahwa langkah pengetatan oleh The Fed dan memudarnya stimulus fiskal akan menyebabkan ekonomi AS memburuk. Yang kedua adalah bahwa ekonomi China akan terus bergulat,” paparnya, seperti dikutip Reuters.

"Seperti yang telah kami perdebatkan untuk sementara waktu, kekhawatiran ini kemungkinan akan memburuk selama dua belas bulan ke depan atau lebih.”

 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

TLKM

+1,69%

BBCA

+0,87%

MPRO

+22,13%

ADRO

+1,82%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

ASII

-1,36%

HMSP

-0,52%

UNVR

-0,68%

BBRI

-0,33%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top