Hingga September 2018, NFCX Bukukan Pertumbuhan Laba 18.009,1%

PT NFC Indonesia Tbk. membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp14,42 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2018.
Dara Aziliya | 26 Oktober 2018 08:29 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT NFC Indonesia Tbk. membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp14,42 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2018.

Capaian tersebut melonjak 18.009,1% dibandingkan laba bersih yang dibukukan perseroan pada periode sama tahun lalu, yang sekitar Rp79,27 juta.

Secara keseluruhan, penjualan perseroan tumbuh meroket 1.502,71% secara year-on-year (yoy) dari Rp44,08 miliar menjadi Rp706,61 miliar.

Secara kuartalan, pendapatan kuartal III/2018 sebesar Rp441,4 miliar atau 62,5% dari total pendapatan Januari—September 2018, sedangkan laba operasional dan laba bersih sebesar Rp4,2 miliar dan Rp11,9 miliar telah mewakili masing-masing sebesar 59,6% dan 82,4%.

Head of Investor Relations NFC Indonesia Stanley Chandra mengatakan kenaikan pendapatan dan laba bersih perseroan yang berkali lipat tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis-bisnis perseroan yang masif.

“Bisnis platform Mobile TV streaming kami, Oona, diluncurkan dengan 206.000 pengguna pada Juli 2018 dan mencapai 1,4 juta per 22 Oktober 2018. Pada bisnis bursa pulsa digital, jumlah pelanggan perseroan melonjak menjadi 1.800 pelanggan pada September 2018 dari hanya 918 pelanggan pada Juni 2018,” ungkapnya menyertai laporan keuangan, Jumat (26/10/2018).

Emiten bersandi NFCX tersebut juga berinvestasi di PT Digital Marketing Solutions (DMS) yang mengelola 3.763 titik iklan, pada akhir Juli 2018. Entitas anak tersebut mecatatkan pendapatan dan laba kotor sebesar Rp32,0 milliar dan Rp3,2 milliar untuk periode Agustus 2018 sampai September 2018.

Sementara itu, segmen bisnis digital cloud advertising menyumbangkan pendapatan dan laba kotor masing-masing sebesar Rp13,6 miliar dan Rp8,4 miliar untuk penjualan konsolidasi dan laba kotor hingga September 2018.

Ke depannya, DMS berencana untuk memperluas touch points ke wilayah Indonesia Timur melalui kemitraan dengan salah satu pemain jaringan ritel makanan dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar, dari saat ini 24 kota menjadi 26 kota di seluruh Indonesia.
 

Tag : kinerja emiten
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top