Harga Minyak Mentah Rebound, Batu Bara Tetap Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Januari 2019 ditutup melemah 0,62% atau 0,70 poin di level US$112 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Oktober 2018 07:59 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (24/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Januari 2019 ditutup melemah 0,62% atau 0,70 poin di level US$112 per metrik ton.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019 juga melanjutkan pelemahannya dan ditutup turun 0,4% atau 0,4 poin ke level US$10,1 per metrik ton pada Selasa.

Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) berhasil rebound dari pelemahannya, setelah penyuling mulai mengurangi proses perbaikan musiman sehingga mengindikasikan potensi lonjakan dalam permintaan untuk komoditas ini.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Desember naik 39 sen dan mengakhiri sesi perdagangan Rabu (24/10/2018) di level US$66,82 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 10% di atas rata-rata pergerakan 100 hari.

Meski demikian, harga minyak patokan global Brent untuk pengiriman Desember turun 27 sen dan berakhir di level US$76,17 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$9,35 terhadap WTI.

Dilansir Bloomberg, harga minyak mampu naik 0,6% di New York pada hari Rabu, meskipun kenaikan tersebut dibatasi oleh laporan pemerintah yang menunjukkan peningkatan lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS.

Energy Information Administration (EIA) pada Rabu melaporkan bahwa pasokan minyak mentah domestik meningkat 6,35 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan rata-rata estimasi sebesar 3,7 juta barel dalam survei Bloomberg.

Sementara itu, para penyuling mulai meningkatkan aktivitasnya dari tingkat yang terakhir terlihat pada bulan Maret dan stok bensin AS menurun dengan laju tercepatnya dalam tujuh bulan. Pasokan bensin dilaporkan turun 4,83 juta barel dan minyak distilat turun untuk pekan kelima berturut-turut.

“Memang terlihat penurunan yang cukup besar pada bensin dan minyak distilat,” ujar Brian Kessens, yang membantu mengelola aset energi senilai $ 16 miliar di Tortoise di Leawood, Kansas, seperti dikutip Bloomberg.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

24 Oktober

112

(-0,62%)

23 Oktober

112,70

(-0,22%)

22 Oktober

112,95

(-0,13%)

19 Oktober

113,10

(+1,03%0

18 Oktober

111,95

(+1,91%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top