IHSG Turun pada Awal Perdagangan, Analis: Sentimen Global Jadi Penekan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,45% atau 25,77 poin ke level 5.683,64 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,39% atau 79,46 poin di level 5.629,95.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Oktober 2018 09:45 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (25/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,45% atau 25,77 poin ke level 5.683,64 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,39% atau 79,46 poin di level 5.629,95.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.623,84 – 5.702,90. Pada perdagangan Rabu (24/10), IHSG ditutup melemah 1,53% atau 88,47 poin di posisi 5.709,42.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona merah dengan tekanan utama dari sektor industri dasar dengan pelemahan 1,48%, disusul sektor tambang yang melemah 1,12%.

Sebanyak 41 saham menguat, 200 saham melemah, dan 369 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing melemah 1,37% dan 4,34% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 melemah 0,41% atau 2,55 poin ke level 494,47 pada pukul 9.16 WIB, setelah dibuka melemah 2,10% di posisi 486,57.

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan sentimen global masih menjadi perhatian pelaku pasar saham hari ini, dengan UE menolak usulan anggaran Italia dan meminta pemerintah Italia untuk merivisi draft anggaran untuk tahun depannya. 

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa selain itu, presiden AS kembali melontarkan kritikan kepada petinggi The Fed, di mana Trumph tidak senang dengan The Fed dan menuduh Jerome Powell membahayakan ekonomi AS dengan terus menaikkan suku bunga. 

Hal ini tentu akan meningkatkan tensi antara Trump dengan Powell, khususnya apakah akan mempengaruhi independensi The Fed ke depannya atau tidak. 

Fokus berikutnya adalah menanti rapat Bank Sentral Eropa terkait suku bunga saat ini yang menurutnya belum akan terjadi perubahan. 

Namun, timeline dari rencana pengurangan stimulus akan menjadi sorotan, sehingga rencana pengurangan stimulus yang akan dilakukan tahun depan akan menjadi semakin jelas.

"Indeks IHSG hari ini diprediksi terkoreksi dengan support dan resistance di level 5.672-5.782," katanya dalam riset harian, Kamis (25/10/2018).

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

ASII

-1,37%

TPIA

-4,34%

GGRM

-1,76%

ICBP

-1,71%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

UNVR

+1,16%

BBRI

+0,68%

RMBA

+11,76%

MPRO

+19,39%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top