Rekomendasi Obligasi: Pasar SUN Terpapar Peningkatan Risiko Pasar Modal Global

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (25/10/2018), harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder bervariasi dengan kecenderungan menurun terbatas. 
Emanuel B. Caesario | 25 Oktober 2018 09:30 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Kamis (25/10/2018), harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder bervariasi dengan kecenderungan menurun terbatas. 

Dhian Karyantono Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas mengatakan bahwa secara umum, sentimen negatif didorong oleh dua faktor utama yaitu meningkatnya risiko pasar modal global dan membaiknya ekonomi AS. 

Faktor pertama yaitu meningkatnya risiko pasar modal global tercermin dari kenaikan signifikan CBOE Volatility Index (VIX) sebesar 21,83% dibandingkan dengan hari sebelumnya ke level 25,23 poin setelah ketidakpastian ekonomi dan politik, terutama di Euro dan Timur Tengah membuat  beberapa bursa global, utamanya AS, anjlok pada perdagangan terakhir. 

Faktor kedua, membaiknya ekonomi AS tercermin dari kenaikan data awal (flash) PMI Manufaktur AS per Oktober 2018 ke level 55,9 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya di level 55,6 sekaligus di atas ekspektasi pasar sebesar 55,5 poin.

Selain itu, rilis Fed Beige Book secara umum menunjukkan bahwa ekonomi dan pasar tenaga kerja AS terus membaik namun dengan proses pemulihan yang moderate meski juga mengindikasikan adanya kekhawatiran terkait dengan dampak dari perang dagang. 

Kombinasi kedua faktor tersebut, mendorong investor global memilih untuk meningkatkan minatnya terhadap aset safe haven seperti US Treasury dan dolar AS sehingga mendorong yield US Treasury turun signifikan ke level 3,10% (sebelumnya sebesar 3,17%) sementara indeks dolar AS meningkat signifikan di kisaran  96,30 – 96,40 poin dibandingkan hari sebelumnya di kisaran 96 poin. 

"Turunnya yield US Treasury tersebut, diperkirakan akan membatasi penurunan harga SUN hari ini," katanya dalam riset harian, Kamis (25/10/2018).

Dhian mengatakan, berdasarkan pergerakan harga kemarin dan proyeksi turunnya harga SUN pada hari ini, seri-seri yang diperkirakan masih menawarkan imbal hasil menarik di antaranya FR0061, FR0070, dan FR0059. 

"Terkait dengan aksi short-term trading, pasca rekomendasi kami bagi investor untuk merealisasikan profit beberapa seri yang tergolong likuid (FR0063, FR0064, FR0065, FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075) pada perdagangan kemarin, hari ini investor disarankan untuk rehat sejenak seiring dengan proyeksi bahwa esok hari (Jumat) harga SUN berpotensi untuk kembali turun yang utamanya didorong oleh kemungkinan sentimen hawkish dari pertemuan kebijakan moneter ECB nanti malam," katanya.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:

 
FR0063 (15 Mei 2023): 89,20 (8,53%) - 89,60 (8,39%)
FR0064 (15 Mei 2028): 83,75 (8,66%) - 84,20 (8,58%)
FR0065 (15 Mei 2033): 81,60 (8,90%) - 82,30 (8,81%)
FR0075 (15 Mei 2038): 85,70 (9,07%) - 86,20 (9,01%)

Kenaikan signifikan indeks dolar AS berpotensi mendorong rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp15.187 – Rp15.227 dengan kecenderungan melemah (depresiasi) hari ini.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top