IHSG kian Lunglai Digencet Saham TLKM

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Rabu (24/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 24 Oktober 2018 18:16 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Rabu (24/10/2018).

IHSG ditutup melorot 1,53% atau 88,47 poin di level 5.709,42, pelemahan pada perdagangan hari kedua berturut-turut sekaligus penurunan terbesar sejak merosot sekitar 2% pada 11 Oktober.

Adapun pada perdagangan Selasa (23/10), IHSG tergelincir ke zona merah dan berakhir terkoreksi 0,73% di posisi 5.797,89.

Indeks mulai melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari kedua saat dibuka turun tipis 0,04% atau 2,14 poin di level 5.795,75 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 5.709,42 – 5.818,84.

Dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 111 saham menguat, 298 saham melemah, dan 201 saham stagnan.

Seluruh sembilan sektor tertekan di wilayah negatif, dipimpin infrastruktur (-3,44%), konsumer (-1,97%), dan industri dasar (-1,88%).

Saham emiten infrastruktur PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 4,86% menjadi penekan terbesar terhadap melorotnya IHSG hari ini, disusul saham emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 3,37%. Saham TLKM juga menjadi penekan utama atas koreksi IHSG pada Selasa (23/10).

Harga saham TLKM masih mengalami tekanan dengan ditutup melemah 180 poin atau 4,86% di level Rp3.520, setelah berakhir turun 100 poin atau 2,63% di posisi 3.700 pada Selasa (23/10).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bloomberg, investor asing mencatat aksi jual bersih senilai Rp112 miliar untuk saham Telkom pada pukul 14.35 WIB hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 berakhir melemah pada perdagangan hari kedua sebesar 1,96% atau 9,91 poin di level 497,02, setelah tergelincir ke zona merah dan ditutup turun 0,66% di level 506,93 pada Selasa (23/10).

Saham TLKM turut menjadi penekan utama atas pelemahan indeks Bisnis 27 hari ini, disusul saham INKP dan BBRI yang masing-masing turun 13,31% dan 2,32%.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara mayoritas ikut berakhir negatif sore ini, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (-0,45%), indeks SE Thailand (-2,12%), dan indeks PSEi Filipina (-0,95%).

Sementara itu, indeks MSCI emerging market pulih dari level terendahnya yang dialami pada sesi perdagangan Selasa (23/10), meskipun masih di jalur bulan terburuknya sejak Agustus 2015.

Pergerakan bursa saham emerging market hari ini di antaranya ditopang indeks Shanghai di China yang berhasil rebound dari pelemahannya. didorong tanda-tanda lebih banyak langkah dari pemerintah Tiongkok untuk mendukung pasar saham.

Namun kenaikannya dibatasi oleh pidato Perdana Menteri Inggris Theresa May di depan parlemen mengenai Brexit serta tumbuhnya pergolakan internasional seputar pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Kashoggi.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TLKM

-4,86

UNVR

-3,37

INKP

-13,31

BBRI

-2,32

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

MAYA

+10,91

TPIA

+3,13

ITMG

+4,14

SMCB

+9,32

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top