Emiten Kebun Agresif Tambah Pabrik, Menilik Laju UNVR

Berita rencana ekapansi sejumlah emiten perkebunan serta seputar PT Unilever Indonesia Tbk menjadi sorotan media nasional hari ini, Rabu (24/10/2018), bersama dengan sejumlah berita lainnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Oktober 2018 08:59 WIB
Unilever - www.unilever.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Berita rencana ekapansi sejumlah emiten perkebunan serta seputar performa PT Unilever Indonesia Tbk, menjadi sorotan media nasional hari ini, Rabu (24/10/2018) bersama dengan sejumlah berita lainnya.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Emiten Kebun Agresif Tambah Pabrik. Kendati harga CPO masih berada pada tren tertekan, sejumlah emiten perkebunan berencana mendorong ekspansi pada tahun depan dengan mengoperasikan pabrik baru. (Bisnis Indonesia)

Menilik Lesunya Laju UNVR. Dalam 9 bulan pertama tahun ini, PT Unilever Indonesia Tbk. mengestimasi penjualan bersih tumbuh 0,96% year-on-year menjadi Rp31,5 triliun. Tingkat pertumbuhan itu lebih rendah dari capaian Januari— September 2017. (Bisnis Indonesia)

Laba SIDO Tumbuh 26,21%. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. membukukan laba senilai Rp480,11 miliar sepanjang Januari hingga September 2018, naik 26,21% dari posisi Rp380,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (Bisnis Indonesia)

Strategi WIKA Biayai Pinjaman Proyek Kereta Cepat Rp 60 Triliun. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memastikan pengembalian investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tak akan membebani kinerja. Hal ini sekaligus menegaskan kemampuan WIKA melunasi pinjaman sekitar Rp 60 triliun yang digunakan mendanai proyek tersebut aman dan sudah diukur perusahaan ini. (Kontan)

Medco Memangkas Harga Saham Baru. Harga saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) yang menurun di kuartal II 2018, membuat perusahaan ini membatalkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Padahal MEDC telah mendapatkan izin dari pemegang saham pada 14 Mei 2018. (Kontan)

Bunga Naik, CARS Perkirakan Penjualan Mobil Stagnan. Tren kenaikan suku bunga berpotensi mempengaruhi kinerja PT Bintraco Dharma Tbk (CARS). Maklum, penjualan kendaraan bermotor yang dijalankan emiten ini mayoritas menggunakan skema kredit. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top