Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Diperkirakan Meningkat, Ini Penyebabnya

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa hari ini, Rabu (24/10/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder diperkirakan meningkat.  
Emanuel B. Caesario | 24 Oktober 2018 09:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa hari ini, Rabu (24/10/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder diperkirakan meningkat.  
 
Dhian Karyantono, analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen positif didorong oleh hasil lelang SUN kemarin yang mencatatkan kenaikan minat investor (incoming bids) dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya serta proyeksi menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini.  
 
"Namun demikian, investor perlu mewaspadai sentimen negatif dari meningkatnya risiko global pasca penolakan rancangan APBN Italia di tahun 2019 oleh Komisi Uni Eropa dan turunnya beberapa bursa di Asia seperti Tiongkok dan Jepang," katanya dalam riset harian, Rabu (24/10/2018).
 
Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini:
  
FR0063 (15 Mei 2023): 89,70 (8,39%) - 90,25 (8,23%)
FR0064 (15 Mei 2028): 83,85 (8,64%) - 84,60 (8,51%)
FR0065 (15 Mei 2033): 82,00 (8,85%) - 82,50 (8,78%)
FR0075 (15 Mei 2038): 86,00 (9,04%) - 86,60 (8,96%)
 
Dhian mengatakan, meski Bank Indonesia menahan suku bunga acuannya pada level 5,75%,  sentimen positif bagi rupiah didorong oleh  turunnya indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia. 
 
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp15.150 – Rp15.200 dengan kecenderungan menguat (apresiasi).
 
Menurutnya, meskipun harga SUN cenderung meningkat pada perdagangan terakhir, tetapi terbatasnya pergerakan harga atau yield beberapa seri seperti FR0061, FR0070, FR0073, dan FR0058 membuat seri-seri tersebut masih menawarkan imbal hasil yang cukup menarik. 
 
"Sementara itu, untuk short-term trading, kami merekomendasikan investor untuk merealisasikan profit beberapa seri yang tergolong likuid seperti FR0063, FR0064, FR0065, FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075 berdasar pada proyeksi kenaikan harga SUN pada perdagangan hari ini dan proyeksi turunnya harga SUN esok hari (Kamis)," katanya. 
 
Proyeksi turunnya harga SUN esok hari didorong oleh kemungkinan sentimen negatif dari rilis Fed Beige Book nanti malam. 

Tag : Obligasi, surat utang negara
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top