PREDIKSI IHSG RABU (24/10/2018): Indeks Rentan Koreksi, Cermati Sejumlah Saham Ini

Indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi melanjutkan hasil penutupan perdagangan sebelumnya.
M. Nurhadi Pratomo | 24 Oktober 2018 07:47 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi melanjutkan hasil penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan ditutup terkoreksi 42,54 poin atau 0,73% ke level 5.797,891 pada sesi penutupan perdagangan, Selasa (23/10/2018). Sektor saham aneka industri menjadi satu-satunya yang mendarat di zona hijau dengan penguatan 0,84%.

Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai IHSG tertekan sentimen bursa Asia. Sektor saham infrastruktur dan sektor saham pertambangan menjadi penekan indeks dengan koreksi 2,01% dan pertambangan 1,40%.

Lanjar mengungkapkan secara teknikal IHSG terkoreksi wajar setelah terkonsolidasi menguji resistance bearish trend line dan MA20. Indikator stokastik dead-cross di area jenuh beli dengan momentum bearish indikator RSI.

Dia mengatakan indikasi bearish cukup terpola secara teknikal. Kondisi itu  sejalan dengan tidak mampunya IHSG memotong resistance MA20 dan bearish trend line sehingga reversal kearah support hingga lower bollinger bands.

“Sehingga diperkirakan IHSG bergerak cenderung kembali menekan dengan support 5.757 dan resistance 5.825,” tulisnya dalam riset yang dikutip, Selasa (23/10/2018).

Reliance Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham yang dapat dicermati investor diantaranya ASII, SMGR, BJBR, dan LTLS.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan bahwa berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan support kedua memiliki rentang level 5.780,803 hingga 5.763,715. Selanjutnya, resistance pertama dan resistance kedua memiliki rentang level 5.831,511 hingga 5.865,131.

Berdasarkan indikator, sambungnya, MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, stokastik dan RSI masih berada di area netral.

Kendati demikian, Nafan menyebut pola long black closing marubozu candle. Hal itu  mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Adapun, Binaartha Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor yakni BBTN, BWPT, INDF, ITMG, SCMA, dan SIMP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top