REKOMENDASI SAHAM: Menilik Saham WSKT Setelah Pembayaran LRT  

Pembayaran tahap keempat proyek light rail transit Sumatra Selatan, yang diterima PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menjadi suntikan energi bagi kas operasional perseroan. Seberapa besar sentimen tersebut mendorong laju saham perseroan?
M. Nurhadi Pratomo | 24 Oktober 2018 07:03 WIB
/waskita.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembayaran tahap keempat proyek light rail transit Sumatra Selatan, yang diterima PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menjadi suntikan energi bagi kas operasional perseroan. Seberapa besar sentimen tersebut mendorong laju saham perseroan?

Baru baru ini, Waskita Karya menerima pembayaran tahap keempat untuk pekerjaan light rail transit (LRT) Sumatra Selatan senilai Rp3,9 triliun. Nilai tersebut menambah pembayaran tiga tahap sebelumnya senilai Rp1,9 triliun.

Sebagai catatan, proyek tersebut merupakan milik Kementerian Perhubungan. Kontrak yang dikantongi  emiten berkode saham WSKT itu senilai Rp10,9 triliun. Pada 2018, manajemen WSKT menyebut akan menerima pembayaran dari berbagai pekerjaan proyek dengan total Rp20 triliun. Perseroan berharap dana tersebut dapat mengerek defisit arus kas dari aktifitas operasi.

Berdasarkan data Bloomberg, saham WSKT mengalami koreksi 29,64% sepanjang tahun berjalan. Pada penutupan perdagangan, Selasa (23/10), harga saham terkoreksi 45 poin atau 2,81% ke level Rp1.555 per saham.

Adapun, total kapitalisasi pasar yang dimiliki senilai Rp21,11 triliun. Saham kontraktor pelat merah itu diperdagangkan dengan price earning to ratio (PER) 3,53 kali.

Dalam riset yang dipublikasikan Bloomberg, analis OCBC Sekuritas Indonesia Liga Maradona mengatakan bahwa berdasarkan pendekatan konservatif, arus kas operasional akan berubah positif pada akhir 2019. Hal itu sejalan dengan beroperasinya seluruh proyek yang dikerjakan oleh perseroan.

Kendati demikian, Liga menilai saham WSKT masih menarik di tengah pertumbuhan yang moderat. Pihaknya masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham perseroan.

“Tetapi kami menurunkan target harga kami menjadi Rp2.150 dari sebelumnya Rp2.300,” tulisnya melalui riset yang dikutip, Selasa (23/10).

Dalam riset berbeda yang dipublikasikan melalui Bloomberg,a Mirae Asset Sekuritas Giovanni Dustin menyebut WSKT baru menerima pembayaran turn key Rp4,5 triliun pada 2018. Jumlah tersebut setara dengan 23% dari target Rp20 triliun yang dipasang perseroan.

Giovanni menyebut eksposur besar WSKT terhadap proyek turn key tetap menimbulkan risiko.  Eksposur tinggi tersebut tidak hanya diterjemahkan menjadi piutang yang lebih lama dan cash conversion cycle yang lebih tinggi dari perusahaan sejenis lainnya tetapi juga terhadap debt to equity ratio (DER).

Dia merekomendasikan hold untuk saham WSKT dengan target harga Rp1.650. Beberapa sentimen yang dapat mendorong pergerakan saham perseroan yakni divestasi jalan tol yang sukses dan pembayaran turn key lebih cepat dari perkiraan.

 

Tag : waskita karya, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top