Kurs Jisdor Melemah ke 15.208, Rupiah Terdepresiasi di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp15.208 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,11% dari posisi Rp15.192 pada Senin (22/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Oktober 2018 11:09 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.208 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (23/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp15.208 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,11% dari posisi Rp15.192 pada Senin (22/10/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 25 poin atau 0,16% ke level Rp15.212 per dolar AS pada pukul 10.22 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka terdepresiasi 10 poin atau 0,07% di level Rp15.197 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level Rp15.197-15.213 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau menguat 0,05% atau 0,045 poin ke level 96,058 pada pukul 10.29 WIB.

Dolar Amerika Serikat menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada Selasa (23/10/2018), karena investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian atas negosiasi Brexit dan anggaran belanja Italia, yang membuat investor menjauhi euro dan poundsterling.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,01% atau 0,005 poin ke level 96,018 pada pukul 9.02 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,016 poin atau 0,02% di posisi 96,029, setelah pada akhir perdagangan Senin (22/10) ditutup menguat 0,3 poin atau 0,31% di posisi 96,013.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan indeks dolar menguat terhadap hampir semua mata uang kuat dunia lainya, didorong kembalinya ketidakpastian di pasar keuangan Eropa menyusul isu kenaikan defisit anggaran negara Italia serta kembali buntunya proses keularnya Inggris dari Uni Eropa pasca Brexit.

“Koreksi di pasar saham AS seiring kekhawatiran investor terkait prospek kenaikan tingkat suku bunga di AS juga mempengaruhi penguatan dolar,” ungkap Ahmad dalam risetnya, Selasa (23/10/2018).

Sementara itu, menjelang RDG BI hari ini yang diperkirakan akan berkahir dengan tidak dinaikannya tingkat suku bunga BI 7-D RR rupiah diperkirakan akan melemah seiring penguatan dolar tersebut.

“Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp15.200-Rp15.250 per dolar AS,” lanjutnya.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

23 Oktober

15.208

22 Oktober

15.192

19 Oktober

15.221

18 Oktober

15.187

17 Oktober

15.178

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top