Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Melanjutkan Penurunan

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder diperkirakan melanjutkan penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (23/10/2018).
Emanuel B. Caesario | 23 Oktober 2018 10:00 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder diperkirakan melanjutkan penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (23/10/2018).

Dhian Karyantono Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa  di tengah cenderung terbatasnya pergerakan yield US Treasury dan meredanya risiko pasar modal global (tercermin dari turunnya CBOE volatility index sebesar 1,26% ke level 19,89 poin),  sentimen negatif global utamanya didorong oleh kenaikan signifikan indeks dolar AS (ke kisaran 96,03 poin dibandingkan sebelumnya di kisaran 95,71 poin).

Hal ini berpotensi mendorong depresiasi rupiah pada hari ini yang pada akhirnya memberikan sentimen negatif terhadap harga SUN di pasar sekunder. 

Sebagai informasi, kenaikan indeks dolar AS didorong oleh melemahnya mata uang poundsterling (sebesar 0,77% ke level £0,77) dan euro (sebesar 0,43% ke level €0,87%) sebagai akibat dari ketidakpastian Brexit dan kondisi ekonomi serta politik Euro menghadapi rencana APBN Italia 2019.  

"Selain itu, proyeksi turunnya harga SUN di pasar sekunder juga didorong oleh momen lelang SUN hari ini," katanya dalam riset harian, Selasa (23/10/2018).

Dhian memperkirakan, menguatnya indeks dolar AS berpotensi mendorong rupiah terhadap dolar AS  bergerak di kisaran Rp15.150 – Rp15.228 dengan kecenderungan melemah. 

Namun demikian, volatilitas pergerakan rupiah diperkirakan terbatas menunggu pengumuman RDG BI sore nanti (14:00 – 16:00 WIB) meski sejauh ini, berdasarkan konsensus Bloomberg (08:06 WIB), BI-7DRRR diprediksi masih akan dipertahankan di level 5,75%.  

Dhian mengatakan, pergerakan harga kemarin yang cenderung menurun membuat beberapa seri menawarkan imbal hasil yang cukup menarik di antaranya FR0061, FR0070, FR0056, FR0073, dan FR0058 ditambah dengan proyeksi kenaikan yield (penurunan harga pada hari ini). 

Sementara itu, proyeksi turunnya harga SUN yang didorong oleh momen lelang SUN hari ini, membuat beberapa seri yang likuid menarik untuk dibeli secara bertahap diantaranya FR0077, FR0072, dan FR0075 untuk kemudian melakukan short-term trading.  

"Dalam proses aksi short-term trading tersebut, investor dapat merealisasikan profit pasca lelang (sore nanti) atau esok hari (Rabu) di mana esok hari ada potensi kenaikan harga SUN di tengah minimnya rilis data krusial ekonomi AS (pada perdagangan global nanti malam) sekaligus mengantisipasi dampak positif dalam jangka pendek jika BI pada akhirnya di luar ekspektasi pasar menaikkan BI-7DRRR sore nanti," katanya.
  
Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini [harga (yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 89,20 (8,53%) - 89,70 (8,39%)
FR0064 (15 Mei 2028): 83,40 (8,72%) - 84,20 (8,58%)
FR0065 (15 Mei 2033): 81,20 (8,96%) - 82,00 (8,85%)
FR0075 (15 Mei 2038): 85,00 (9,16%) - 86,00 (9,04%)

Tag : Obligasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top