Bursa Asia Melorot, IHSG Ikut Tertekan Pada Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,42% atau 24,25 poin ke level 5.816,18 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan pelemahan 0,03% atau 1,74 poin di level 5.838,69.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Oktober 2018 12:45 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (23/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,42% atau 24,25 poin ke level 5.816,18 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan pelemahan 0,03% atau 1,74 poin di level 5.838,69.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.813,86 – 5.848,04. Pada perdagangan Senin (22/10), IHSG ditutup menguat 0,05% atau 3,14 poin di posisi 5.840,43.

Sebanyak 148 saham menguat, 199 saham melemah, dan 263 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berada di zona merah di akhir sesi I, dengan tekanan utama dari sektor infrastruktur dengan pelemahan 0,94%, disusul sektor tambang yang melemah 0,82%.

Di sisi lain, sektor aneka indsutri menguat 0,14% dan menahan pelemahan indeks lebih lanjut.

Indeks saham lain di Asia juga bergerak melemah siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI melemah 1,02%, indeks SE Thailand melemah 0,56%, indeks FTSE Straits Time Singapura turun 1,06%, sedangkan indeks indeks PSEi Filipina melemah 0,26%.

Bursa saham Asia bergerak melemah rendah pada perdagangan hari ini saat sejumlah isu negatif mulai dari isolasi diplomatik Arab Saudi hingga kekhawatiran seputar anggaran Italia dan diskusi Brexit menekan sentimen pasar.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 2,29% dan 2,35%, indeks Hang Seng melemah 2,09%, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah 1,35%.

 “Singkatnya, dunia tampaknya sedang mengalami pergolakan,” kata Akira Takei, pengelola dana obligasi di Asset Management One, seperti dikutip Reuters.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (22/10) bahwa ia masih belum puas dengan penjelasan yang ia dengar dari pemerintah Arab Saudi tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di dalam gedung konsulatnya di Turki.

Trump sendiri telah menunjukkan keengganannya untuk memberikan sanksi ekonomi kepada Saudi. Meskipun Arab Saudi telah berupaya untuk melindungi Pangeran Mohammed bin Salman dari kasus ini, banyak pejabat pemerintah meragukan narasi yang disodorkan.

Sejumlah negara, termasuk Jerman, Inggris, Prancis, dan Turki, telah menekan Arab Saudi untuk memaparkan semua fakta. Presiden Turki Tayyip Erdogan sendiri menyatakan akan merilis informasi tentang penyelidikan kasus ini dalam sebuah pidato pada hari ini waktu setempat.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top