Investor Pantau Suku Bunga Bank Indonesia, IHSG Berbalik Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,09% atau 5,11 poin ke level 5.845,54 pada pukul 09.21 WIB, meskipun dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,03% atau 1,74 poin di level 5.838,59.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Oktober 2018 09:54 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (23/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,09% atau 5,11 poin ke level 5.845,54 pada pukul 09.21 WIB, meskipun dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,03% atau 1,74 poin di level 5.838,59.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.837,06 – 5.848,05. Pada perdagangan Senin (22/10), IHSG ditutup menguat 0,05% atau 3,14 poin di posisi 5.840,43.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor properti dengan penguatan 0,45%, disusul sektor perdagangan yang menguat 0,26%.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan penguatan indeks lebih lanjut, dipimpin sektor aneka industrri yang melemah 0,75%.

Sebanyak 137 saham menguat, 83 saham melemah, dan 390 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing menguat 0,97% dan 1,35% menjadi pendorong utama IHSG.

Indosurya Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (23/10) akan menguat dengan kisaran pergerakan 5721 - 5988.

William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas menjelaskan di tengah masih bergejolaknya nilai tukar rupiah terhadap USD serta masih berfluktuasinya harga komoditas, IHSG justru masih menunjukkan kondisi yang stabil dengan kecenderungan meningkat.

Hal itu, ditunjang oleh capital inflow serta fundamental perekonomian yang kuat, yang tentunya tidak lepas dari tingkat kepercayaan investor baik dalam maupun luar negeri yang masih yakin terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat," tulis William dalam riset yang diterima Bisnis.

Sementara itu, analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyampaikan pada perdagangan Selasa (23/10), IHSG berpotensi menguat karena didukung kondisi bisnis yang kondusif dan nilai tukar rupiah yang cukup stabil.

“Namun, pergerakan cukup terbatas dikarenakan antisipasi investor menjelang penetapan suku bunga Bank Indonesia. Rentang resisten yaitu 5.863—5.887 dan rentang support 5.803—5.821,” ungkap Dennies

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BBCA

+0,97%

CPIN

+1,35%

BBRI

+0,33%

PGAS

+2,14%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

ASII

-1,37%

GGRM

-1,66%

TLKM

-0,53%

KLBF

-1,87%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top