Rekomendasi Obligasi: Nanti Hasil RDG BI, Pasar Obligasi Bergerak Variasi

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini pasar obligasi dibuka bervariasi sampai dengan pengumuman RDG BI keluar. 
Emanuel B. Caesario | 23 Oktober 2018 09:06 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com
Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini pasar obligasi dibuka bervariasi sampai dengan pengumuman RDG BI keluar. 
Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa pengumuman ini merupakan sesuatu yang sangat ditunggu oleh pasar.
Adapun, sebagian besar ekonom, menurut survei, memilih Bank Indonesia akan menahan tingkat suku bunganya. Namun, apabila menilik pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang selalu mengkedepannya pre-emptive & front loaded’, bukan tidak mungkin Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga 25 bps saat ini untuk menjaga kurva.  
Apalagi, saat ini selain kenaikan tingkat suku bunga The Fed, sentimen global juga semakin mendominasi pergerakan pasar dalam negeri. 
Alasan yang kedua adalah, sangat kecil kemungkinannya Bank Indonesia menaikkan secara langsung 50 bps pada saat Desember nanti, sedangkan tekanan pada bulan Desember akan cukup besar di tengah kenaikkan Fed Rate yang hampir dikatakan pasti. 
Beralih dari sana, laporan setengah tahunan dari Bank of Japan juga akan mewarnai sentimen minggu ini. 
Dalam laporan ini pula, mereka akan membahas mengenai efek negatif stimulus moneter yang sudah dilakukan selama ini, serta melihat potensi untuk menyesuaikan kebijakan lebih lanjut dimasa depan. 
"Kami merekomendasikan hold dan ikuti lelang hari ini," katanya dalam riset harian, Selasa (23/10/2018).
Adapun, total transaksi dan frekuensi perdagangan kemarin turun drastis di tengah penantian akan hadirnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diadakan hari ini. 
Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi < 1 tahun diikuti dengan 3 – 5 tahun dan 10 – 15 tahun. Sisanya tersebar disemua tenor hingga 25 tahun. Pasar obligasi kemarin mengalami penguatan, tetapi tidak banyak. 
Penantian akan hadirnya RDG BI hari ini membuat para pelaku pasar memilih untuk menahan transaksi sampai pengumuman itu tiba. 
Di tengah volatilitas nilai rupiah, tentu RDG BI akan menjadi sebuah penantian. Kemarin, imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup turun ke 8,64% dibandingkan hari sebelumnya di 8,66%.
Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top