REKOMENDASI SAHAM: Saham Bank Mandiri (BMRI) Akan Tembus Rp8.500?

Prospek bisnis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. hingga akhir tahun diprediksi masih kinclong sejalan dengan moncernya kinerja pada kuartal ketiga tahun ini. Sejumlah analis merekomendasikan beli untuk saham emiten bank bersandi BMRI tersebut.
Tegar Arief | 23 Oktober 2018 06:24 WIB
Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Sulaiman Arif Arianto (kedua kiri), Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Hery Gunardi (kiri), Direktur Keuangan Panji Irawan (kedua kanan) dan Corporate Secretary Rohan Hafas saat menyampaikan paparan kinerja triwulan III-2018 kepada media, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Prospek bisnis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. hingga akhir tahun diprediksi masih kinclong sejalan dengan moncernya kinerja pada kuartal ketiga tahun ini. Sejumlah analis merekomendasikan beli untuk saham emiten bank bersandi BMRI tersebut.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Andy Ferdinand mengatakan bahwa pada hingga kuartal III/2018, kredit perseroan tumbuh 13,8 secara year-on-year (yoy) yang ditopang oleh segmen korporasi besar dan mikro.

Manajemen juga berhati-hati dalam menaikkan suku bunga kredit demi menjaga nonperforming loan (NPL) akibat depresiasi rupiah. Menurutnya, coverage ratio BMRI sedikit meningkat secara kuartalan dan tahunan, dengan biaya pencadangan turun 10,3% secara yoy.

"Laba bersih per kuartal III/2018 merefleksikan 76% dari estimasi kami dan 74% dari ekspektasi konsensus sepanjang 2018," jelasnya melalui riset yang dikutip, Senin (22/10).

Dia menambahkan, secara umum Samuel Sekuritas melihat kinerja BMRI pada kuartal III/2018 relatif baik. Namun demikian, tantangan pada kuartal IV/2018 masih cukup besar seiring dengan tren kenaikan suku bunga dan depresiasi rupiah.

Menurutnya, secara valuasi BMRI relatif menarik dengan price book value (PBV) berada pada standar deviasi -1 dalam rolling price earning (PE) jangka panjang. Dia mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga pada Rp8.200 per saham.

Analis Danareksa Sekuritas Eka Savitri menilai, bisnis segmen ritel akan menjadi penopang kinerja BMRI ke depan meskipun sejauh ini segmen korporasi masih menjadi andalan.

Menurutnya, BMRI akan mendorong pinjaman berbasis gaji karena risiko yang cukup rendah. Adapun untuk segmen kredit pemilikan rumah (KPR), BMRI akan fokus pada pembeli pertama yang berasal dari kalangan kelas menengah.

Pembiayaan sektor otomotif juga akan menjadi kontributor utama melalui peran dua anak usahanya yakni Mandiri Tunas Finance dan Mandiri Utama Finance. "Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp8.500," ujarnya.

Sementara itu, analis Indo Premier Sekuritas Stephan Hasjim mengatakan bahwa pihaknya masih merekomendasikan beli saham BMRI, tetapi menurunkan target harga saham perseroan.

"Kami mempertahakan beli untuk BMRI tapi menurunkan target harga dari Rp8.300 menjadi Rp8.200 karena perseroan mengalami kerugian revaluasi obligasi pada 2018," ujarnya.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (22/10), saham BMRI berada pada level Rp6.450. Sepanjang tahun berjalan, harga melemah 19,38%. Adapun, selama 1 tahun terakhir, saham terkoreksi 7,19%. Waktunya beli BMRI sekarang?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top