Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Berbalik Melemah Pada Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,02% atau 1,05 poin ke level 5.836,24 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,07% atau 4,13 poin di level 5.841,42.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Oktober 2018 13:05 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,02% atau 1,05 poin ke level 5.836,24 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,07% atau 4,13 poin di level 5.841,42.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.827,63 – 5.869,65. Pada perdagangan Jumat (19/10), IHSG ditutup melemah 0,14% atau 7,95 poin di posisi 5.837,29.

Sebanyak 191 saham menguat, 171 saham melemah, dan 248 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona merah dengan tekanan utama dari sektor perdagangan dengan pelemahan 0,75%, disusul sektor finansial yang melemah 0,38%.

Di sisi lain, tiga sektor menguat dan menahan pelemahan indeks lebih lanjut, dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 1,44%. Adapun sektor konsumer stagnan.\

Sebeluimnya, Profindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi dengan rentang perdagangan pada kisaran 5.748-5.898 hari ini, dikarenakan investor wait and see menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada Selasa besok.

Sementara itu, indeks saham lain di Asia bergerak variatif siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI melemah 0,41%, indeks SE Thailand melemah 0,41%, indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,33%, sedangkan indeks indeks PSEi Filipina menguat 1,06%.

Pasar saham Asia berayun ke zon ahijau pada perdagangan Senin karena janji stimulus lebih mendorong saham bursa saham China dan membantu mengimbangi kekhawatiran geopolitik atas Arab Saudi, Italia, dan Brexit.

Indeks Shanghai Composite terpantau menguat 4,17%, sedangkan indeks CSI 300 menguat 4,40%, berdasarkan pantauan terakhir Bloomberg pukul 11.50 WIB.

Dilansir Reuters, seorang penasihat bank sentral mengatakan dalam sambutannya yang yang diterbitkan hari Senin, bahwa pemotongan pajak China tahun depan diperkirakan bernilai lebih dari 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pemerintah Beijing juga menerbitkan versi draf aturan baru untuk potongan pajak yang tersedia bagi perorangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top