Reli Harga Emas Tekan Lonjakan Permintaan dari India

Festival di India yang diperkirakan menjadi angin segar ternyata hanya memberikan sedikit pengaruh bagi aktivitas penjualan emas fisik pada pekan ini. Pasalnya, permintaan tetap rendah saat harga emas domestik melonjak ke titik tertinggi dalam dua tahun.
Mutiara Nabila | 22 Oktober 2018 20:16 WIB
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Festival di India yang diperkirakan menjadi angin segar ternyata hanya memberikan sedikit pengaruh bagi aktivitas penjualan emas fisik pada pekan ini. Pasalnya, permintaan tetap rendah saat harga emas domestik melonjak ke titik tertinggi dalam dua tahun.

Permintaan dari India, negara konsumen emas terbesar kedua di dunia setelah China, umumnya akan menguat menuju akhir tahun karena adanya festival tradisional dan musim nikah seperti Diwali dan Dusherra.

Kepala All India Gems & Jewellery Domestic Council Nitin Khandelwal mengatakan bahwa permintaan emas pada pekan lalu memang membaik, tetapi jika dibandingkan dengan periode Dusherra pada 2017, permintaanya turun hingga 40%.

“Reli pada harga emas dan harga emas lokal India karena pelemahan mata uang rupee dan hujan monsoon membuat pembelian menurun,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Senin (22/10/2018). Di pasar India, harga emas berjangka menyentuh level tertingginya sejak 6 Juli di harga 32.311 rupee pada awal pekan lalu.

Sebagai informasi, 2/3 permintaan emas India berasal dari area perdesaan, di mana perhiasan menjadi sebuah petunjuk kekayaan seseorang. Tahun ini, hujan monsoon sebanyak 9% di bawah rata-rata telah mengurangi panen sejumlah komoditas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama bagi petani di sana.

“Para pembuat perhiasan kecewa dengan permintaan pada Dusherra tahun ini. Jika harga tetap pada level saat ini, permintaan pada Diwali juga kemungkinan akan menurun,” lanjut Nitin.

Diler menawarkan diskon hingga US$7 per troy ounce dari harga emas domestik India pada pekan ini. Diskon tersebut merupakan yang terbesar sejak pertengahan Juni dan naik dari diskon US$6 per troy ounce pada pekan lalu.

Sementara itu, permintaan dari sejumlah negara di Asia juga masih terbilang stagnan dengan harga patokan global mengalami kenaikan selama 3 pekan beruntun.

“Permintaan fisik masih stagnan dalam sepekan terakhir dari China dan Hongkong. Permintaan, khususnya untuk perhiasan harusnya naik pada beberapa bulan ke depan karena musim festival,” ungkap Peter Fung, Kepala Diler Wing Fung Precious Metal.

Pengeola J. Rotbert & Co. Joshua Robart mengatakan bahwa seluruh diler emas di Asia melaporkan kenaikan volume penjualan untuk emas scrap, karena penjual sedang mengambil keuntungan dari apresiasi harga emas.

“Kami nelihat ada sejumlah penurunan pembelian terkait dengan kenaikan harga emas, terutama dari pembuat perhiasan menuju festival di India seperti Diwali,” papar Brian Lan, Direktur Pengelola GoldSilver Central.

Tag : Harga Emas Hari Ini
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top