Kurs Jisdor Menguat ke 15.192, Rupiah Masih Tertekan di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp15.192 per dolar AS, menguat 29 poin atau 0,19% dari posisi Rp15.221 pada Jumat (19/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Oktober 2018 11:05 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.221 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (22/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp15.192 per dolar AS, menguat 29 poin atau 0,19% dari posisi Rp15.221 pada Jumat (19/10/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 2 poin atau 0,01% ke level Rp15.189 per dolar AS pada pukul 10.43 WIB, setelah sempat menguat hingga Rp15.185 per dolar AS.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka terdepresiasi 13 poin atau 0,09% di level Rp15.200 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level Rp15.185-15.200 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau melemah 0,06% atau 0,053 poin ke level 95,66 pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,06% atau 0,056 poin ke level 95,657, setelah pada perdagangan Jumat (19/10) ditutup melemah 0,187 poin atau 0,19% di level 95,713.

Dikutip dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia seperti euro dan pound sterling.

Ahmad mengungkapkan, hampir pastinya disepakati perjanjian keluarnya Inggris dari Uni Eropa menyebabkan kedua mata uang tersebut menguat terhadap dolar.

Negosiator dari Uni Eropa Michel Barnier mengutarakan kemungkinan keluarnya Inggris dari UE mencapai 90% pasca keputusan Theresa May untuk mengeluarkan isu perbatasan Irlandia sebagai persyaratan keluarnya Inggris dari UE. Hal tersebut menurunkan ketidakpastian atas ekonomi Eropa dan memperkuat mata uang kedua negara.

Meskipun melemah, Ahmad memperkirakan rupiah hari ini menguat seiring melemahnya indeks dolar tersebut.

Rupiah kemungkinan akan menguat ke level Rp15.150-Rp 15.200 per dolar AS,” ungkapnya dalam rist, Senin (22/10/2018).

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

22 Oktober

15.192

19 Oktober

15.221

18 Oktober

15.187

17 Oktober

15.178

16 Oktober

15.206

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top