Prediksi IHSG Senin (22/10/2018): Indeks Dibayangi Koreksi Lanjutan

Pergerakan indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi pada awal pekan ini di tengah antisipasi investor jelang penetapan 7 day repo rate oleh Bank Indonesia.
M. Nurhadi Pratomo | 21 Oktober 2018 19:44 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Pergerakan indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi pada awal pekan ini di tengah antisipasi investor jelang penetapan 7 day Repo Rate oleh Bank Indonesia.

Berdasarkan data yang dikutip dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,13% mendarat ke level 5.837,29 pada sesi perdagangan, Jumat (19/10/2018). Akan tetapi, dibandingkan dengan penutupan akhir pekan sebelumnya, indeks tercatat menguat 1,40%.

Sektor saham konsumer menjadi penekan indeks utama pada sesi perdagangan akhir pekan lalu dengan koreksi 0,72%. Selanjutnya, saham sektor keuangan menyusul dengan 0,51%.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan bahwa, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibayangi pergerakan bursa global yang melemah. Selain itu, kenaikan Indonesia 10 year bond yield juga turut menjadi sentimen penekan indeks.

Pada awal pekan ini, Dennies mengatakan secara teknikal indikator stokastik membentuk deadcross di area overbought. Hal tersebut menunjukkan akan mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Dia memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan level resistance pertama 5.866 dan resistance kedua 5.896. Selanjutnya, support pertama 5.801 dan support kedua 5.766.

“IHSG diprediksi melemah didorong oleh antisipasi investor jelang penetapan 7 day repo rate [7DDR] oleh Bank Indonesia,” tulisnya dalam riset harian yang dikutip akhir pekan lalu.

Untuk sesi perdagangan hari ini, Artha Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham SSMS, BSDE, BBRI, BBNI, dan INCO. Adapun, saham WSBP dan LSIP mendapatkan rekomendasi beli.

Sementara itu, Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan sejumlah sentimen akan menjadi fokus investor pada pekan ini. Beberapa faktor tersebut diantaranya kebijakan moneter Indonesia melalui 7DDR, tingkat GDP Korea Selatan, rilisi laporan keuangan di China, serta tingkat inflasi Jepang.

Secara teknikal, Lanjar mengungkapkan IHSG membentuk pola bullish counter attack setelah dibuka turun dan mengakhiri sesi perdagangan dengan menguat. Kendati demikian, hal tersebut tidak mengubah indikasi pola dead-cross indikator stokastik yang memberikan signal pelemahan yang masih berlanjut hingga menuju support level.

“Diperkirakan IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi melemah diperdagangan selanjutnya dengan support resistance 5.757--5.831,” jelasnya.

Reliance Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham-saham yang masih dapat dicermati investor di antaranya AKRA, ANTM, BDMN, ELSA, INAF, MAIN, MEDC, dan TINS.

Tag : IHSG
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top