Investor Antisipasi 7DDR, Ini Prediksi IHSG Awal Pekan Depan

Pergerakan indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi akibat antisipasi investor jelang penetapan 7 days repo rate oleh Bank Indonesia.
M. Nurhadi Pratomo | 20 Oktober 2018 12:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan indeks harga saham gabungan masih dibayangi koreksi akibat antisipasi investor jelang penetapan 7 days repo rate oleh Bank Indonesia.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan bahwa pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibayangi pergerakan bursa global yang melemah. Selain itu, kenaikan Indonesia 10 year bond yield juga turut menjadi sentimen penekan indeks.

Untuk perdagangan awal pekan, Senin (22/10/2018), Dennies mengatakan secara teknikal indikator stokastik membentuk deadcross di area overbought. Hal tersebut menunjukkan indeks akan mengalami koreksi dalam jangka pendek.

“IHSG diprediksi melemah didorong oleh antisipasi investor jelang penetapan 7 day repo rate [7DDR] oleh Bank Indonesia,” tulisnya dalam riset harian yang dikutip, Sabtu (20/10/2018).

Di sisi lain, Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengungkapkan pergerakan IHSG secara teknikal membentuk pola bullish counter attack setelah dibuka turun dan mengakhiri sesi perdagangan dengan menguat.

Kendati demikian, hal itu tidak mengubah indikasi pola dead-cross indikator stokastik yang memberikan sinyal pelemahan masih berlanjut hingga menuju support level.

“Diperkirakan IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi melemah diperdagangan selanjutnya,” paparnya.

Tag : IHSG, saham, Indeks BEI
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top