Kekhawatiran Ketegangan AS-Saudi Bayangi Peningkatan Cadangan Minyak, WTI Menguat

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November menguat 0,12% atau 0,08 poin ke level US$68,73 pada awal perdagangan Jumat (19/10/2018) setelah ditutup melemah 1,6% atau 1,10 poin ke level US$68,65 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 Oktober 2018 06:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah Amerika Serikat pulih dari level terendah dalam hampir satu bulan terakhir di tengah ketegangan antara AS dan Arab Saudi atas lenyapnya wartawan Jamal Khashoggi yang membayangi peningkatan cadangan minyak AS

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November menguat 0,12% atau 0,08 poin ke level US$68,73 pada awal perdagangan Jumat (19/10/2018) setelah ditutup melemah 1,6% atau 1,10 poin ke level US$68,65 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 0,76 atau 0,9% ke level US$79,29 per barel pada akhir perdagangan Kamis (18/10) di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Harga patokan global ini lebih tinggi US$10,58 dibanding WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, bahkan ketika hilangnya wartawan Jamal Khashoggi membuat pasar khawatir, Presiden Donald Trump memperingatkan agar tidak membahayakan seluruh hubungan AS-Saudi karena masalah ini.

Harga minyak melemah pada perdagangan sebelumnya setelah cadangan minyak AS naik 6,49 juta barel pekan lalu, menurut data pemerintah yang dirilis Rabu, lebih dari dua kali jumlah perkiraan dalam survei Bloomberg.

"Sepertinya hal-hal semacam itu sudah tenang. Saya pikir ada koreksi di pasar dan kekhawatiran seputar hilangnya ekspor Iran akan muncul kembali dan pasar akan stabil,” kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak mentah melonjak awal bulan ini karena ketidakpastian apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dapat mengimbangi kerugian pasokan dari Iran setelah sanksi dimulai pada November.

Kenaikan itu didukung oleh ketegangan AS-Saudi setelah Trump berjanji menjatuhkan "hukuman berat" jika kerajaan terkait dengan hilangnya Khashoggi. Namun, peningkatan stok dan kekhawatiran permintaan telah menyeret harga kembali dari level tertinggi empat tahun.

"Stok meningkat di AS, dan alasannya adalah karena output AS untuk ekspor dimaksimalkan sementara produksi AS meningkat," kata Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di SEB AB.

Stok minyak mentah di AS telah meningkat selama empat minggu berturut-turut, kenaikan terpanjang dari kenaikan sejak awal 2017. Persediaan di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, juga meningkat 1,78 juta barel pekan lalu menjadi lebih dari 28 juta barel, level tertinggi dalam hampir empat bulan.

Tag : harga minyak mentah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top